Telusuri kronologi kecelakaan Setnov, KPK ingatkan jangan halangi hukum
Merdeka.com - Ketua DPR Setya Novanto dikabarkan menjalani perawatan intensif di RS Medika Permata Hijau usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Berlian, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (16/11). Menurut pengakuan pengacara, Novanto kecelakaan saat hendak menuju stasiun televisi Metro TV selanjutnya ke gedung KPK.
Juru bicara KPK Febri Diansyah tidak ingin menyinggung kemungkinan kecelakaan itu sebagai sebuah rekayasa. "Tim masih melakukan pengecekan secara langsung lebih lanjut bagaimana kronologi secara rinci dari peristiwa tersebut. Yang paling penting bagi KPK adalah memastikan kronologi peristiwa tersebut," ujar Febri di Gedung KPK.
Meski tidak menyimpulkan perihal rekayasa kecelakaan, KPK hanya mengingatkan bahwa semua pihak yang menghalangi penanganan perkara bisa dipidana. Itu diatur dalam Pasal 21 UU Tipikor.
"Bagi siapapun yang mencoba menghalangi dan merintangi langsung atau tidak langsung penanganan perkara, ada risiko pidana. Jangan sampai ada upaya menghalangi. Bisa merekayasa fakta, mempengaruhi tersangka.
Febri mengaku belum mendapat data lengkap terkait kecelakaan yang menimpa Novanto. Termasuk orang-orang yang bersama Novanto ketika kecelakaan terjadi. Pihak-pihak yang mengetahui kecelakaan itu akan dimintai keterangan.
"Kalau memang terjadi benturan atau kecelakaan, itu juga harus dilihat sejauh mana akibatnya terhadap pemeriksaan. Yang paling penting, kondisi sakit yang disampaikan atau kondisi sakit dirawat di RS maka tentu saja kita perlu melakukan pengecekan. Apakah yang bersangkutan memenuhi syarat untuk ditanya dalam pemeriksaan."
KPK merasa perlu menelusuri data dan fakta seputar kecelakaan yang menimpa Setya Novanto. Sehingga belum bisa diputuskan langkah yang akan diambil. Yang pasti, kata Febri, penanganan kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeret nama Setya Novanto sebagai tersangka, akan terus berjalan.
"Kami harap apa yang terjadi malam ini tidak menghambat proses penangan itu bahwa ada kondisi yang tidak kita kehendaki, ataupun yang tidak bisa diperkirakan tentu saja tetap perlu dihitung lebih lanjut," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya