Teller bank embat uang nasabah Rp 444 juta dengan palsukan slip penarikan diadili

Jumat, 9 November 2018 01:15 Reporter : Abdullah Sani
Teller bank embat uang nasabah Rp 444 juta dengan palsukan slip penarikan diadili sidang perdana dugaan korupsi Bank BPR Riau. ©2018 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Pekanbaru menggelar sidang perdana dugaan korupsi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Dana Amanah Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (8/11). Dalam dakwaan jaksa, mantan Teller BPR itu, Nadia Ayu Puspita merugikan negara Rp 444 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari pekanbaru Effendi Zarkasi dan Dyofa Yudhistira menjerat terdakwa dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 jo pasal 18 UU nomor 20 ahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 Ayat (1) KUHP.

"PD BPR Dana Amanah Pelalawan merupakan BUMD yang biaya operasionalnya bersumber dari APBD. Pemda Pelalawan mengalami kerugian yang berdasarkan penghitungan BPKP Riau kerugian negara sebesar Rp 444 juta," kata Effendi.

Pembobolan dana nasabah senilai Rp 444 juta itu, dilakukan terdakwa dalam kurun waktu tahun 2014 hingga 2016. Ketika itu Nadia bekerja sebagai teller di PD BPR Dana Amanah Pelalawan.

"Melakukan penarikan tunai dana nasabah atas nama TS Ulyah sebanyak 22 kali dengan total Rp 435.950.000," katanya di hadapan ketua majelis hakim, Saut Maruli Tua Pasaribu.

Akhirnya perbuatan Nadia ketahuan saat nasabah TS Ulyah akan melakukan penarikan tunai pada rekening miliknya ternyata saldonya sudah tidak ada lagi. Pemilik mempertanyakan hal itu kepada pihak bank.

"Setelah dicek, telah terjadi penarikan tunai atas nama TS Ulyah sesuai slip bukti penarikan. Namun nasabah yang bersangkutan merasa tidak pernah melakukan penarikan sejumlah tersebut," jelas Effendi.

Tak ayal, pimpinan BPR Dana Amanah melakukan audit internal khusus di bank tersebut dan melakulan interogasi terhadap teller. Akhirnya Nadia mengakui perbuatannya. Dia memang melakukan penarikan dana nasabah dengan cara memalsukan slip penarikan lalu mencairkannya.

"Terdakwa menarik uang tabungan milik nasabah atas nama TS Ulyah sebesar Rp 435.950.000 ditambah Rp 8.050.000 uang tabungan nasabah atas nama Cergas Afzal Ramadan," ucap Effendi. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Penggelapan
  2. Pekanbaru
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini