Teladan Abraham Samad, tidur dengan istri saja takut gratifikasi

Rabu, 17 Desember 2014 05:27 Reporter : Yulistyo Pratomo
Teladan Abraham Samad, tidur dengan istri saja takut gratifikasi abraham samad. merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Sejak diangkat menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad ternyata tak mau main-main dengan jabatan yang diembannya. Dia pun menyatakan diri sebagai sosok anti-korupsi, haram bagi pria yang juga mantan pengacara itu menerima gratifikasi.

Saat memberikan sambutan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kementerian Luar Negeri, Abraham menceritakan kisahnya demi menghindari gratifikasi. Sebagai ketua KPK, dia tak mau nama lembaga yang dipimpinnya rusak begitu saja akibat menerima hadiah meski tak pernah memintanya.

Abraham berkisah, ketika akan berangkat ke Singapura, dia ikut serta mengajak sang istri. Tiket pun dibayari dengan uangnya sendiri, tanpa meminta keringanan atau tambahan biaya dinas yang memang diperuntukkan baginya.

Tak berhenti sampai di sana, dia pun memilih berpindah hotel agar tidak dipandang sebagai bentuk gratifikasi. Termasuk soal mobil yang menjadi tunggangannya selama memimpin KPK.

Berikut kisah-kisah Abraham Samad yang tak mau menerima gratifikasi, apapun bentuknya:

1 dari 3 halaman

Bayar tiket istri pakai uang sendiri

abraham samad. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memberikan sambutan dalam penandatanganan MoU dengan Kementerian Luar Negeri terkait pencanangan pembangunan zona integritas menuju wilayah anti korupsi.

Dalam sambutannya, Samad bercerita tentang dirinya yang selalu menghindari gratifikasi.

Dia bercerita, pernah melakukan kunjungan kerja ke Singapura. Saat itu, Samad mengajak sang istri untuk menemaninya. Karena takut dianggap gratifikasi, ia pun membayar tiket pesawat sang istri dengan uangnya sendiri.

"Bawa istri untuk urusan dinas memang diperbolehkan, asalkan biaya sang istri tidak turut dibiayai negara. Saya waktu itu bayar tiket istri pakai uang sendiri," kata Samad, Selasa (16/12).

2 dari 3 halaman

Tidur sama istri sampai pindah hotel

abraham samad. ©2013 merdeka.com/arie basuki

Setelah sampai di Singapura, pandangan Samad soal gratifikasi terus menghantui dirinya. Apalagi, perjalanan dinasnya ke luar negeri turut membawa sang istri untuk menemaninya.

Seperti pejabat pada umumnya, Samad juga mendapatkan fasilitas kamar hotel yang sepenuhnya dibiayai negara. Karena bersama istri, Samad berpikir dua kali untuk menikmati empuknya ranjang hotel.

"Saya mau tidur dengan istri saya, saya harus pindah kamar dari kamar yang dibayarin. Karena bila ada pegawai KPK yang membawa keluarga serta tidur di kamar hotel yang dibayarin itu termasuk gratifikasi dan hukumannya langsung dipecat. Kamar hotel yang saya tempati sama istri itu saya bayar pakai uang sendiri juga," katanya.

3 dari 3 halaman

Mobil rusak, pilih naik taksi

abraham samad. ©2013 merdeka.com/dwi narwoko

Ketua KPK Abraham Samad meminta semua pejabat di Indonesia menjauhi gratifikasi. Tak hanya pemberian dari pihak lain, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi pun termasuk gratifikasi.

"Gratifikasi itu sangat abu-abu di masyarakat. KPK punya kewajiban untuk memberikan pengetahuan bahwa gratifikasi itu masuk perbuatan pidana," kata Abraham Samad di Jakarta, Selasa (16/12).

Samad juga menceritakan tentang dirinya yang selalu berupaya menghindari gratifikasi. Dia mengaku memilih naik taksi dan tidak memakai mobil dinas saat mobil pribadinya sedang rusak.

"Saya pernah waktu jam 11 malam dari KPK menuju rumah, kebetulan mobil pribadi saya mogok. Kalau yang lain kan mungkin menggunakan mobil dinas. Tapi waktu itu saya pilih naik taksi untuk pulang ke rumah. Saya tidak mau dianggap gratifikasi," katanya. [eko]

Baca juga:
Peringatan buat pejabat, makan & minum wine bisa dijerat KPK
Samad pilih naik taksi tengah malam, tak mau pakai mobil dinas
Kisah Abraham Samad & istri pindah hotel hindari gratifikasi
Abraham Samad berencana buka cabang KPK di daerah
Capim Roby Arya kritik pedas KPK di bawah Abraham jadi liar

Topik berita Terkait:
  1. Abraham Samad
  2. Teladan Bangsa
  3. Top List
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini