Tebing runtuh di Gunung Kidul, 1 penambang tradisional tewas
Merdeka.com - Seorang penambang batu putih tradisional, Surino (59), tewas tertimpa bongkahan batu saat menambang di Gunung Kidul. Warga Dusun Njarak Bendogede II, Sumbergiri, Ponjong, Gunungkidul, Yogyakarta ini terpaksa harus dievakuasi tim Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD).
Operator Pusdalop BPBD Gunungkidul Agus Priyanto, menerangkan bahwa pihaknya mendapatkan laporan kejadian batu ambrol sekitar pukul 16.30 WIB. Setelah mendapatkan laporan, puluhan orang petugas tim reaksi cepat (TRC) langsung ke lokasi.
"Awalnya kami menggunakan alat manual. Namun karena beratnya medan dan besarnya batu yang menimpa jenazah korban akhirnya kami menggunakan alat berat," jelas Agus ketika dihubungi, Sabtu (26/11).
Agus menyebut, medan di lokasi kejadian sulit. Sebab, banyak bongkahan batu besar menyulitkan proses evakuasi. Evakuasi jenazah korban baru berhasil dilakukan pada pukul 01.15 WIB dini hari tadi.
Dihubungi terpisah, Kapolsek Ponjong, Kompol Saman mengatakan, korban merupakan penambang tradisional, yang biasa menambang batu putih dengan peralatan manual berupa linggis. Sebelum kejadian, korban sempat diingatkan para tetangganya karena memang lokasi batuannya membahayakan.
"Korban diingatkan tetapi tetap menambang. Korban menambang batu di bagian bawah tebing namun dikarenakan batuan di atas korban dalam keadaan tidak seimbang kemudian batuan yang berukuran besar tersebut runtuh," ujar Saman.
Saman menambahkan bahwa saat ini jenazah sudah diserahkan kepada keluarga. Menurut rencana hari ini jenazah akan dimakamkan oleh pihak keluarga.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya