Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tangis pilu keluarga lepas kepergian petugas ATC korban gempa Sulteng

Tangis pilu keluarga lepas kepergian petugas ATC korban gempa Sulteng Jenazah petugas ATC bandara Palu dimakamkan. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Tangis Anastasia Endang Setiawati (56) pecah saat mengikuti prosesi pemakaman anak bungsunya, Antonius Gunawan Agung di pemakaman Tiong Hoa, Kampung Pannara, Kecamatan Manggala, Makassar, siang tadi. Agung meninggal dunia saat hendak menyelamatkan diri saat gempa mengguncang Palu.

"Agung, kenapa kau tinggalkan saya," ujar Anastasia lirih, Senin (1/10).

Anastasia terus menangis sampai prosesi pemakaman selesai. Dia terus berada di pinggir liang lahat.

Sebelum peti matinya dimasukkan ke liang lahat dalam upacara pemakaman kedinasan diikuti ratusan taruna ATKP Makassar, sempat dibacakan riwayat hidup Agung.

jenazah petugas atc bandara palu dimakamkan

Agung adalah bungsu dari tiga bersaudara pasangan Johannes Thola, (57) dan Anastasia Endang Setiawati, (56). Dia adalah alumnus diploma III Lalu Lintas Udara angkatan 8 Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar. Setelah lulus, dia sempat bekerja di Bandara Manokwari dan Bandara Mutiara Sis Al Jufri.

Ketua Umum Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA), Suawandi yang menjadi inspektur upacara, menyatakan kebanggaannya pada sosok Agung. Agung yang telah berbakti mengabdikan diri menjaga dan membuktikan profesionalismenya hingga di detik-detik terakhir hidupnya.

"Inilah profesionalisme profesi ATC, bekerja menyelamatkan nyawa orang dan keselamatan penerbangan lebih dulu baru dan itulah yang ditunjukkan Agung," kata Suwandi.

jenazah petugas atc bandara palu dimakamkan

Sementara Johannes Thola, bapak dari Agung tampak terlihat lebih tegar menyaksikan prosesi pemakaman anaknya. Meskipun bicara terbata-bata dan tepi pelupuk matanya terlihat memerah.

"Kami bangga anak kami menyelesaikan tanggung jawab tugasnya secara profesional hingga akhir usianya," kata Johannes Thola.

Guru SMK 3 di Jayapura ini menambahkan, sekecil apapun yang ditanamkan pada anak akan menjadi buah hingga dewasanya kelak. Dia merasa, disiplin dan tanggung jawab yang diajarkan ke Agung anaknya ternyata dibawa hingga tutup usia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP