Tangis Keluarga Korban KKB Pecah Saat Jenazah Imanuel Tiba di Kupang
Merdeka.com - Keluarga korban pembunuhan oleh kelompok pemberontak bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua menangis histeris saat melihat jenazah Imanuel Beli Naikteas Bano tiba di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Walau awalnya keluarga masih meyakini jika Imanuel selamat dari aksi penyerangan brutal para separatis itu. Namun nahas, karena setelah mendapatkan informasi, keluarga akhirnya pasrah menerima kematian Imanuel.
Ibunda Imanuel, Yonetha Muli mengatakan, anak pertamanya itu pernah mengabarkan akan berlibur di kampung pada awal Desember ini.
"Baik baik saja, dia tidak pernah marah dan sangat jaga perasaan bapak mama adik adik dong. Pertama itu memang kami shock semua, kami menangis terakhir kami dengar berita ada yang lari, jadi kami masih simpang siur berpikir anak kami selamat, dan baik-baik saja," katanya.
Menurut Yonetha, mereka baru percaya Imanuel telah tiada setelah seseorang dari Timika, Papua mengirimkan foto jenazah Imanuel. "Terakhir itu dari Timika kirim foto dia punya mayat, tau pastinya itu dia sudah tidak ada," ucapnya sambil menangis.
Setelah dipindahkan di dalam mobil ambulans milik Pangakalan Udara el Tari Kupang, jenazah Imanuel langsung diberangkatkan ke rumah duka di Kelurahan Kefamenanu Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara untuk disemayamkan.
Informasi yang dihimpun, ribuan warga Kefamenanu telah menunggu di batas kota untuk menyambut serta mengarak jenazah Imanuel hingga rumah duka. Semua kendaraan yang dipakai pun dilengkapi dengan bendera merah putih.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya