Tanggapi Jokowi Soal Sporadis, Pimpinan Sebut KPK Kerja Ditentukan UU

Senin, 9 Desember 2019 18:14 Reporter : Merdeka
Tanggapi Jokowi Soal Sporadis, Pimpinan Sebut KPK Kerja Ditentukan UU Laode Muhammad Syarif. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan evaluasi program pencegahan dan penindakan di KPK. Jokowi meminta KPK tak bekerja sporadis. Menanggapi itu, Wakil Ketua KPK Laode Syarif mengatakan pekerjaan KPK sudah ditentukan dalam undang-undang.

"Kalau program pencegahan KPK itu tidak sporadis karena pekerjaan KPK sudah ditentukan di dalam undang-undang," jawab Laode di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (9/12).

Laode melanjutkan, saat ini KPK telah melakukan giat tidak hanya pemberantasan tetapi juga pencegahan. Menurut dia, KPK juga sangat terkonsep dan terkoordinir dalam menjalankan program strategi nasional atau stratanas yang dicanangkan Presiden Jokowi.

"Sporadisnya di mana? Kami menjalankan stranas. Bahkan kami melaporkan keberlanjutan capaian dari stranas," lanjut Laode.

1 dari 1 halaman

KPK Terbuka

Walau mempertanyakan hal tersebut, Laode mengaku tetap terbuka bagi Presiden Jokowi dan siapa pun yang ingin memberikan evaluasi terhadap lembaga antirasuah ini.

"Silakan dievaluasi, kita sangat terbuka untuk dievaluasi setiap saat," Laode menandasi.

Pernyataan Presiden Jokowi terkait evaluasi KPK terlontar saat mengisi giat di SMKN 57 Jakarta, pagi tadi. Menurut orang nomor satu se-Indonesia itu ada tiga hal disorotnya dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia, pertama program penindakan, kedua rekrutmen politik, dan ketiga soal fokus terhadap KPK.

"Evaluasi sehingga betul setiap tindakan itu ada hasilnya yang konkret yang bisa diukur, mengenai fokus di KPK, apakah perbaikan di sisi eksekutif daerah atau sisi pemerintah pusat atau kepolisian atau kejaksaan sehingga harus ditentukan fokusnya sehingga tidak sporadis. Evaluasi sangat perlu," beber Jokowi. [eko]

Baca juga:
Dianggap Bagian Eksekutif, KPK Seharusnya Dilibatkan dalam Revisi UU
KPK Nantikan Penerapan Hukuman Mati Bagi Koruptor
Kolaborasi Nadiem, Erick dan Wisnhutama di #PrestasiTanpaKorupsi
Menteri ESDM hingga Menkeu Jadi Pembicara dalam Diskusi 'KPK Mendengar'
Ketua KPK Agus Rahardjo Prihatin Eks Napi Koruptor Boleh Maju di Pilkada 2020
Jaga Iklim Investasi, Firli Bahuri Pastikan Operasi KPK Berjalan Senyap

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini