Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tanggapi Hakim, Inneke Koesherawati Sebut Berhubungan Suami Istri Hak Asasi

Tanggapi Hakim, Inneke Koesherawati Sebut Berhubungan Suami Istri Hak Asasi Inneke. ©2018 kapanlagi.com

Merdeka.com - Inneke Koesherawati buka suara soal kamar senggama di Lapas Sukamiskin yang sempat disinggung di persidangan suaminya, Fahmi Darmawansyah. Pertanyaan hakim juga sempat membuat suami Inneke emosi.

Hal itu ia sampaikan usai menjalani persidangan sebagai saksi kasus suap mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen di PN Bandung, Jalan LL RE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (19/12/2018). Dalam kasus itu, suami Inneke, Fahmi Darmawansyah ditetapkan sebagai terdakwa.

"(Pertanyaan hakim) itu terlalu (membuat saya) risih. Kami berumah tangga masa iya itu untuk kebutuhan biologis semua lah apalagi suami saya dihukum, iya di dalam terus masa maksudnya itu yang pribadi, hak asasi manusia enggak bisa didapat. Dia enggak setiap hari minta ibaratnya gitu kan," katanya.

"Jadi itu hanya menjalankan biologis manusia, itu doang gitu. Itu yang bikin suami saya pertanyakan kaya orang yang apa saja. Yang justru diherankan kalau berbuat itu bukan suami istri, atau belum nikah," lanjut Inneke.

Inneke menyatakan ia tidak tahu bahwa hal tersebut merupakan hal yang melanggar dalam kehidupan di dalam Lapas.

"Enggak tahu maksudnya, kita orang awam," katanya.

Diberitakan sebelumnya, sidang lanjutan kasus suap Kalapas Sukamiskin diwarnai protes terdakwa, Fahmi Darmawansyah. Hal itu disebabkan saat saksi yang dihadirkan, Inneke Koesherawati dicecar pertanyaan terkait ruang senggama di Lapas Sukamiskin.

Hakim anggota Marsidin Nawawi menanyakan soal ruang senggama yang dikelola Fahmi. Inneke menjawab bahwa ruangan itu merupakan bangunan baru, namun tidak tahu terkait keterlibatan suaminya dalam hal pengelolaan.

"Yang saya tahu ruangan itu ada karena suami saya enggak tega kalau saya datang, banyak orang yang liatin saya," katanya.

Inneke mengungkapkan, dalam ruangan itu terdapat fasilitas kasur, kamar mandi dan kipas. Dia mengaku pernah menggunakan ruangan tersebut untuk memenuhi kewajibannya sebagai istri dan kebutuhan biologis suaminya.

Raut muka Fahmi yang saat itu duduk di jajaran kuasa hukum sudah tampak kesal. Puncaknya, ketika hakim anggota menanyakan soal intensitas penggunaan kamar oleh keduanya.

"Dalam sebulan berapa kali (pakai bilik asmara)?," tanya hakim kepada Inneke. "Sekalian aja tanyain pakai baju apa. Saya keberatan dengan itu," kata suami Inneke dengan nada agak tinggi.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP