Tak Sengaja Senggol Piring Berisi Mi Goreng, Pria di Nias Dihabisi Keponakannya

Jumat, 25 Oktober 2019 19:41 Reporter : Yan Muhardiansyah
Tak Sengaja Senggol Piring Berisi Mi Goreng, Pria di Nias Dihabisi Keponakannya Ilustrasi Penganiayaan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pria difabel di Kota Gunungsitoli, Sumut, Ama Sevi (40), menjadi korban pembunuhan. Pelaku keponakannya sendiri berinisial YG alias Abe (38), bersama dua orang lain.

Pemicunya korban yang berjalan pincang tak sengaja menyenggol mi goreng yang dibuat pelaku. Kebetulan saat itu, hubungan mereka dikabarkan sedang tidak baik.

Ama Sevi dan pelaku merupakan warga Desa Awa'ai, Gunung Sitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli. Penganiayaan itu pun terjadi di sana.

"Tindak penganiayaan yang menyebabkan kematian ini terjadi pada 26 September 2019. Ketika itu ketiga tersangka mengeroyok korban, hanya karena korban tidak sengaja menjatuhkan mi goreng yang dibuat tersangka untuk menyuapi anaknya," kata PS Paur Subbag Humas Polres Nias, Bripka Restu Gulo, Jumat (25/10).

Setelah mi goreng itu tersenggol dan jatuh, YG emosi. Dia memukuli sang paman dibantu dua temannya, DG dan WG.

Akibat penganiayaan secara bersama-sama itu, korban terluka. Dia akhirnya mendadak jatuh di rumahnya, Senin (30/9). Dia dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Setelah korban meninggal dunia, keluarganya melaporkan penganiayaan itu ke pihak kepolisian. Polisi melakukan penyelidikan. Jenazah korban pun diautopsi. "Hasilnya korban meninggal karena ada luka di kepala bagian belakang, akibat benda tumpul yang diduga akibat penganiayaan," ungkap Restu.

Polres Nias kemudian menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap Ama Sevi. "Satu orang telah kita amankan berinisial YG, yakni keponakan korban. Sementara dua lainnya, DG dan WG masih terus kita cari. Mereka kita masukkan dalam daftar pencarian orang (DPO)," sebut Restu.

Berdasarkan keterangan para saksi, hubungan renggang Ama Sevi dan YG bermula ketersinggungan dalam acara pesta pernikahan di rumah kerabatnya pada siang hari sebelum tindak penganiayaan. Hal itu pula yang diduga turut menjadi motif pelaku menganiaya korban pada malam harinya.

Dalam kasus ini, para tersangka dikenakan Pasal 170 ayat (2) huruf 3e dan pasal 351 ayat (3) KUHP. "Ancamannya hukuman 12 tahun penjara," pungkas Restu. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Penganiayaan
  2. Pembunuhan
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini