Tak Mau Dianggap Provokasi, Penasihat Tsani Annafari Minta Pegawai KPK Jangan Mundur

Jumat, 29 November 2019 16:19 Reporter : Merdeka
Tak Mau Dianggap Provokasi, Penasihat Tsani Annafari Minta Pegawai KPK Jangan Mundur Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mohammad Tsani Annafari, mundur sebagai jabatannya terhitung sejak 1 Desember 2019. Sebelum resmi meninggalkan gedung KPK, Tsani sempat menemui awak media.

Dalam sambutan singkatnya, Tsani menyarankan pada pegawai di lembaga antirasuah untuk tetap bertahan. Tsani tak mau dengan pengunduran dirinya dianggap sebagai provokasi.

"Nah pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan saya tidak ingin dianggap memprovokasi supaya teman-teman di KPK ikut mundur, tidak," ujar Tsani di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).

Tsani mengundurkan diri lantaran posisinya sebagai penasihat hilang lantaran setelah diberlakukannya UU KPK Nomor 19 tahun 2019. Dalam UU hasil revisi tersebut, posisi penasihat KPK diganti oleh dewan pengawas.

Meski mengundurkan diri lantaran UU baru tersebut, Tsani yang sempat mencalonkan diri menjadi pimpinan KPK jilid V periode 2019-2023 ini menyatakan ikhlas. Dia akan kembali ke instansi awalnya, yakni Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

"Saya sudah tidak perlu lagi cerita yang sudah terjadi. Tapi ini adalah bagian dari realisasi apa yang sudah menjadi komitmen saya sehingga saya dengan lega menerima keputusan ini dan siap melaksanakan pemberhentian itu untuk bertugas kembali di Kementerian Keuangan," kata dia. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. KPK
  2. UU KPK
  3. Jakarta
  4. Dewan Pengawas KPK
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini