Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak diizinkan menonton tenis di JSC, puluhan pelajar kecewa

Tak diizinkan menonton tenis di JSC, puluhan pelajar kecewa Pelajar kecewa tak diizinkan masuk arena pertandingan Tenis. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Puluhan pelajar dari MTs Darul Falah Tanjung Bulan, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kecewa. Mereka tertahan di depan venue tenis di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

Pantauan merdeka.com, puluhan pelajar berseragam putih biru tersebut bermaksud menonton pertandingan tenis, Selasa (28/8). Namun, mereka dicegat volunteer yang bertugas karena tak membawa surat pengantar dari Dinas Pendidikan setempat atau asal sekolah.

Perwakilan volunteer memberikan penjelasan kepada guru pembimbing agar menyertakan persyaratan yang ditentukan agar bisa menonton pertandingan secara gratis.

"Kami hanya menunaikan kewajiban saja, memang begitu syaratnya. Kalau bawa silakan menonton," ungkap salah seorang volunteer.

Penjelasan itu tetap saja ditolak guru pembimbing dan para siswa. Sebanyak 83 siswa meneriakkan nama Indonesia dengan harapan diizinkan masuk oleh petugas.

Bahkan, mereka mengancam akan tetap berada di depan pintu masuk arena jika tetap tak diizinkan masuk. Petugas keamanan pun meminta siswa untuk bersabar menunggu kebijakan dari panitia.

Menurut Wakil Kepala MTs Darul Falah Tanjung Bulan, Munzirin, penolakan masuk di venue tenis tak masuk akal. Sebab beberapa jam lalu, mereka masih diperkenankan menonton pertandingan sepak takraw meski tak membawa surat pengantar.

"Waktu di takraw tadi kami dibolehkan masuk, tidak ada surat-surat segala. Kami heran giliran di tenis tidak bisa, kok bisa beda-beda begitu," ujarnya.

Menurut dia, surat pengantar yang diminta tidak dimungkinkan akan disediakan dalam waktu cepat. Sebab, jarak asal sekolah dan tempat pertandingan lebih dari dua jam.

"Sejauh ini tidak ada sosialisasi dari dinas atau penyelenggara harus bawa surat pengantar, informasi yang kami terima simpang siur. Jadi tidak bawa surat itu," kata dia.

"Kami butuh kejelasan, kami datang untuk menonton bukan bikin ribut. Jauh-jauh datang dari kampung malah ditolak," sambungnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP