Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak buat gaduh salah satu cara jaga RI agar tak seperti Suriah

Tak buat gaduh salah satu cara jaga RI agar tak seperti Suriah Bendera Merah Putih berkibar di lereng Gunung Lawu. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Segala usaha menggunakan agama untuk kepentingan politik harus ditolak. Sebab, mempolitisasi agama bisa membuat Indonesia jatuh seperti kondisi Suriah.

Hal itu diungkapkan Najih Arromadloni, Sekjen Ikatan Alumni Syam Indonesia (Alsyami), yang menaungi para eks pelajar dan mahasiswa Indonesia di Suriah. Dia mengakui bahasa dan simbol agama memang efektif untuk mengelabui masyarakat.

Dia mencontohkan akhir-akhir ini ramai soal bendera tauhid adalah bendera Rasulullah. Padahal, menurut dosen ilmu hadits ini, tidak ada teks Alquran maupun hadits yang mendukung klaim tersebut.

"Dengan kata lain klaim tersebut adalah propaganda palsu. Karena tauhid adalah untuk diinternalisasi dalam hati dan diejawantahkan dalam perilaku akhlak yang luhur, bukan untuk 'mainan bendera'," katanya dalam keterangannya, Jumat (2/11).

Menurutnya, mencegah Indonesia 'di-Suriahkan' bisa dengan senantiasa menjaga kedamaian dan ketertiban umum, termasuk tidak membuat kegaduhan dengan langganan melakukan aksi massa yang bisa menimbulkan gejolak di masyarakat. Pengalaman di Suriah, tuturnnya, membuktikan bahwa kondisi instabilitas akan mengundang pihak luar untuk masuk menginfiltrasi, menyusup dan menunggangi.

"Ketika 'api' kekacauan sudah membesar, maka akan sulit dipadamkan, sebagaimana Suriah yang delapan tahun hidup dalam kepahitan, tak kuasa lagi mengembalikan kondisi semula," katanya.

Dia juga meminta masyarakat berpegang teguh kepada para ulama yang mencerminkan akhlak Rasulullah. Menurutnya, sosok seperti KH Maimun Zubair, KH Mustofa Bisri, Buya Syaffi Maarif, dan Quraish Shihab, adalah pelita umat yang bisa membawa bangsa ke arah yang lebih baik.

Menurutnya, NKRI adalah sajadah bagi umat yang merupakan warisan para ulama. Karena itu, NKRI dinilainya sudah penuh nilai-nilai keislaman.

"Merupakan kewajiban kita untuk menjaga, melestarikan, dan mewujudkan kemakmurannya. Tanpa negara tidak mungkin kita beragama. Karena itu, menjaga negara adalah bagian pokok dari menjaga agama," katanya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP