Tak bisa dipulangkan, Brigadir Sukamiarta dikubur massal di Palu

Senin, 1 Oktober 2018 19:05 Reporter : Moh. Kadafi
Tak bisa dipulangkan, Brigadir Sukamiarta dikubur massal di Palu orangtua brigadir sukamiarta. ©2018 Merdeka.com/kadafi

Merdeka.com - Jenazah Brigadir I Gusti Kade Sukamiarta (32) yang meninggal dunia akibat bencana Tsunami di Palu tidak bisa dipulangkan.

Ayah korban, I Gusti Kade Sukadana (65) telah berjuang ke sana ke mari termasuk ke Polres Jembrana untuk kepulangan jenazah anaknya yang menjadi korban meninggal bencana gempa dan Tsunami akhirnya hanya bisa pasrah.

Warga asal Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana terpaksa menerima keputusan bahwa anaknya yang berdinas di Polres Palu sejak tahun 2005 tersebut harus dikubur massal di Palu hari ini.

Kepastian jenazah anaknya tidak bisa dipulangkan meskipun dia telah berjuang keras untuk kepulangan jenazah setelah dirinya datang ke Polres Jembarana untuk berkoordinasi dengan Waka Polres Jembrana Kompol Komang Budiarta siang tadi.

Ditemui di Polres Jembrana siang tadi, Sukadana mengaku pasrah dan ikhlas jasad anaknya dikubur secara massal di Palu, Sulawesi Tengah. Namun demikian, dia meminta saat penguburan anaknya tersebut dilakukan secara Agama Hindu karena anaknya memeluk Agama tersebut.

"Kami sekeluarga telah mengikhlaskan jasad anak saya untuk dikubur secara massal di Palu. Meskipun sebenarnya dirinya dan pihak keluarga sangat mengharapkan jasat anak saya dibawa pulang," ucap I Gusti Kade Sukadana, Senin (1/10).

Menurutnya, keputusan bahwa jasad anaknya dikubur secara massal di Palu dia dapatkan setelah berkoordinasi dengan Polres Jembrana. Disampaikan oleh pihak Polres dengan berbagai pertimbangan jasad anaknya tidak bisa dibawa ke kampung halaman dan harus dikubur secara massal bersama korban-korban lainnya.

"Katanya mau dikuburkan massal hari ini. Saya dengar juga lubang kuburan (liang lahat) sudah dipersiapan oleh petugas di sana," ujarnya sambil berlinang air mata.

Sementara itu, Waka Polres Jembrana Kompol Komang Budiarta dikonfirmasi membenarkan bahwa jenazah Brigadir Gusti Kade Sukamiarta (32), anggota Sat Lantas Polres Palu asal Desa Mendoyo Dangin Tukad, Jembrana yang menjadi korban gempa dan Tsunami di Palu tidak bisa dibawa pulang ke kampung halamannya dan harus dikubur massal di Palu.

Keputusan tersebut didasari berbagai pertimbangan, di antaranya kondisi mayat yang sudah mulai membusuk lantaran terlambat diberi formalin. Akses transportasi yang sangat sulit serta terbentur aturan pihak Karantina serta situasi di lokasi kejadian yang tidak memungkinkan.

"Keputusan itu yang kami terima kabarnya dan hari ini akan dilakukan penguburan secara massal dan dipastikan penguburannya dilaksanakan secara Hindu karena ada rohaniawan Hindu yang menyaksikan," terangnya, Senin (1/10).

Lanjutnya, pihak keluarga juga telah menerima keputusan ini dan telah menyatakan ikhlas anaknya dikubur secara massal di Palu. Menurutnya, hingga siang tadi posisi jenazah korban masih ada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, menunggu pelaksanaan penguburan. Administrasi jenazah juga telah disiapkan secara lengkap. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini