Tak bayar 'servis', pria ini terkapar dibalok waria

Jumat, 19 September 2014 08:58 Reporter : Yan Muhardiansyah
Tak bayar 'servis', pria ini terkapar dibalok waria waria sadis. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua waria diamankan petugas Polsek Medan Baru, Jumat (19/9) dini hari. Keduanya dibawa ke kantor polisi setelah menghantam teman kencannya dengan balok hingga tak sadarkan diri.

Kedua waria yang diamankan masing-masing Rudi Tarihoran alias Merry (35) dan Sofyan alias Meiliana (25). Keduanya warga Jalan Sei Wampu, Medan.

Sementara itu, teman kencan yang mereka aniaya diketahui bernama Risfandi (24), warga Jalan Benteng Hilir, Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Akibat penganiayaan yang dialaminya, pria itu dilarikan ke RS Sarah.

Informasi dihimpun, penganiayaan ini berawal dari transaksi seks antara Risfandi dan Merry di sebuah rumah kosong di Jalan Gajah Mada, Medan. Usai transaksi, keduanya terlibat percekcokan. Kata Merry, Risfandi menolak membayar servis yang dia berikan.

Saat percekcokan terjadi, Meiliana datang menghampiri. Dia beralasan ingin memisah. "Dia (Risfandi) malah memukulku, makanya kupukul dia pakai balok," ungkapnya.

Akibat hantaman balok, Risfandi terkapar. Dia tak sadarkan diri. Sementara itu, Merry dan Meiliana langsung kabur.

Peristiwa itu dilaporkan ke polisi. Sejumlah petugas Polsek Medan Baru pun turun ke lokasi. Mereka membawa korban ke RS Sarah.

Sementara itu, Meiliana dan Merry ditemukan bersembunyi di gedung kosong di seberang lokasi kejadian. Keduanya kemudian diboyong ke kantor polisi.

Kapolsek Medan Baru Kompol Nasrun Pasaribu mengatakan mereka masih menyelidiki kasus ini. "Kedua waria itu masih diperiksa di Mapolsek, sedangkan korban masih di rumah sakit," tandasnya. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Penganiayaan
  2. Waria
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini