Gubernur Banten Andra Soni memberikan apresiasi tinggi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Sari di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Banten. Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan SPPG tersebut dalam merekrut tenaga kerja lokal. Sebanyak 47 warga setempat kini mendapatkan pekerjaan di fasilitas tersebut.
Peninjauan langsung oleh Gubernur Andra Soni pada Kamis lalu menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap program Makan Bergizi (MBG). Beliau menyatakan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi siswa. Namun juga memberikan dampak positif signifikan terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Para pekerja yang berdialog langsung dengan Gubernur mengungkapkan bahwa mereka sebelumnya tidak memiliki pekerjaan. Mereka mengaku telah menerima bimbingan dan pembinaan yang memadai. Ini untuk memastikan kepatuhan terhadap standar penyajian makanan yang higienis dan berkualitas bagi para siswa.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal oleh SPPG
Kehadiran SPPG Karang Sari di Tangerang telah membuktikan bahwa program pemerintah dapat memberikan manfaat ganda. Gubernur Andra Soni menekankan bahwa rekrutmen 47 tenaga kerja lokal menjadi bukti nyata. "Artinya program MBG ini memberikan dampak positif dengan rekrutmen tenaga kerja lokal untuk bekerja di SPPG," ujar Gubernur Andra Soni.
Andra Soni menyoroti potensi besar dari model rekrutmen ini. Ia berandai, jika ada 1.000 SPPG serupa di seluruh Banten, maka akan tercipta 47.000 lapangan kerja baru. Ini menunjukkan skala dampak yang bisa dihasilkan oleh program pemenuhan gizi ini.
Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga membekali mereka dengan keterampilan. Para pekerja dilatih untuk mematuhi aturan ketat dalam menyajikan makanan. Ini menjamin kualitas dan keamanan gizi bagi siswa, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal.
Advertisement
Advertisement
Target Sertifikasi Higiene Sanitasi untuk SPPG Banten
Di sisi lain, Dinas Kesehatan Provinsi Banten memiliki target ambisius untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan di seluruh SPPG. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudi Hastuti, menyatakan bahwa 162 SPPG yang beroperasi di daerah itu ditargetkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Target ini diharapkan tercapai pada November 2025.
Dari total 162 SPPG yang ada saat ini, baru enam di antaranya yang telah mengantongi SLHS. Sisanya sedang dalam proses percepatan. "Dengan semuanya turun dan melakukan percepatan, kita targetkan semua SPPG di Banten sudah miliki SLHS pada bulan November nanti," kata dr. Ati Pramudi Hastuti.
Proses percepatan ini melibatkan bimbingan intensif dari Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya. Dinkes sedang mendata kelengkapan yang harus dipenuhi setiap SPPG. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua fasilitas memenuhi standar higiene dan sanitasi yang ditetapkan.
Advertisement
Sertifikasi SLHS merupakan langkah krusial untuk menjamin makanan yang disajikan aman dan sehat bagi siswa. Ini juga menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat. Evaluasi terhadap kekurangan program akan terus dilakukan untuk perbaikan di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews