Tahukah Anda? Kabupaten Pidie Berusia 514 Tahun, Peringatan Hari Jadi Pidie Jadi Momentum Tunjukkan Identitas Daerah

Peringatan Hari Jadi Pidie ke-514 Masehi atau 530 Hijriah menjadi sorotan, dengan Bupati Sarjani Abdullah menegaskan momentum ini untuk menunjukkan identitas daerah yang beradab, bersyariat, dan berbudaya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Kabupaten Pidie Berusia 514 Tahun, Peringatan Hari Jadi Pidie Jadi Momentum Tunjukkan Identitas Daerah
Peringatan Hari Jadi Pidie ke-514 Masehi atau 530 Hijriah menjadi sorotan, dengan Bupati Sarjani Abdullah menegaskan momentum ini untuk menunjukkan identitas daerah yang beradab, bersyariat, dan berbudaya. (Merdeka.com)

Kabupaten Pidie, salah satu wilayah di Provinsi Aceh, baru-baru ini memperingati hari kelahirannya yang ke-514 Masehi atau 530 Hijriah. Peringatan bersejarah ini menjadi sorotan utama dalam sidang paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen penting daerah, termasuk anggota dewan, unsur forum koordinasi pimpinan daerah, serta tokoh masyarakat setempat.

Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Pidie bukan sekadar seremoni. Menurutnya, momen ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan identitas Kabupaten Pidie sebagai daerah yang beradab, bersyariat, dan berbudaya. Pernyataan ini disampaikan di hadapan para hadirin yang memenuhi ruang sidang, menciptakan suasana khidmat dan penuh makna.

Sidang paripurna istimewa yang berlangsung di Pidie pada Rabu, 17 September, menjadi platform bagi Bupati Sarjani untuk menyampaikan visi tersebut. Seluruh peserta, termasuk Bupati dan pimpinan DPRK Pidie, tampil mengenakan baju adat Aceh lengkap dengan kupiah meukeutop sebagai simbol kebesaran dan kearifan lokal. Penampilan ini semakin memperkuat pesan tentang identitas budaya yang ingin ditonjolkan.

Sejarah dan Makna Peringatan Hari Jadi Pidie

Kabupaten Pidie memiliki sejarah panjang yang membentang hingga ratusan tahun silam. Daerah yang dulunya dikenal dengan nama Pedir Darul Amni ini lahir pada tanggal 18 September 1511 Masehi, yang bertepatan dengan 22 Jumadil Akhir 917 Hijriah. Penetapan Hari Jadi Pidie ini merupakan hasil dari Peraturan Bupati Pidie Nomor 36 Tahun 2024, sebuah landasan hukum yang mengukuhkan tanggal bersejarah tersebut.

Bupati Sarjani Abdullah menjelaskan bahwa tahun ini merupakan tahun kedua peringatan hari jadi daerah tersebut secara resmi. "Hari lahir Pidie yang juga disebut hari jadi Pedir Darul Amni adalah momentum sejarah awal dan mulai berjalannya roda pemerintahan dan kegiatan pembangunan daerah," ujar Sarjani Abdullah. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa peringatan ini lebih dari sekadar perayaan, melainkan penanda dimulainya perjalanan panjang pemerintahan dan pembangunan.

Nama Pedir Darul Amni sendiri merupakan sebutan yang umum ditemukan dalam naskah dan manuskrip Arab serta Melayu Pasai. Hal ini menunjukkan bahwa Pidie memiliki akar sejarah yang kuat dan mendalam, menjadikannya salah satu wilayah dengan nilai historis yang tebal di Aceh. Peringatan Hari Jadi Pidie ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan warisan budaya dan sejarah mereka.

Pidie: Identitas Daerah Beradab, Bersyariat, dan Berbudaya

Dalam pidatonya, Bupati Sarjani Abdullah menekankan pentingnya identitas daerah yang berlandaskan nilai-nilai luhur. Ia menyatakan bahwa peringatan hari lahir ini menjadi manifestasi persatuan dan kesatuan yang dilandasi budaya serta kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan upaya untuk membangun masyarakat Pidie yang menjunjung tinggi akhlak mulia dan etika dalam setiap aspek kehidupan.

Identitas tersebut juga tercermin dari penampilan para pejabat dalam sidang paripurna istimewa. Bupati serta pimpinan dan anggota DPRK Pidie mengenakan baju adat Aceh serta mengenakan kupiah meukeutop, kupiah kebesaran masyarakat Aceh. Pakaian adat ini bukan hanya sekadar busana, melainkan simbol dari komitmen terhadap pelestarian budaya dan nilai-nilai tradisional yang dipegang teguh oleh masyarakat Pidie.

Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti eksistensi suatu wilayah sebagai tempat awal masyarakat bermukim dan berkehidupan. Ini mencakup berbagai aspek seperti ekonomi, sosial politik, kultur, dan keadaban. Dengan demikian, Hari Jadi Pidie menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai tersebut demi kemajuan daerah yang berlandaskan syariat dan budaya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi