Tadabur Alam, Cara Unik Ngabuburit Santri di Kebumen
Merdeka.com - Santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasani, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen memiliki cara unik saat ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa selama Bulan Ramadan. Mereka melakukan tadabur alam atau mengaji kitab kuning di alam terbuka.
Saat sore, puluhan santri dan santriwati masing-masing membawa kitab kuning ke areal persawahan, tak jauh dari lokasi pondok. Mereka didampingi sang ustaz, mengaji kitab kuning dengan metode bandongan.
Pada metode bandongan ini, kyai atau ustaz membaca, menerjemahkan, menerangkan dan sering kali mengulas teks-teks kitab berbahasa Arab tanpa harakat atau kitab gundul. Santri dengan memegang kitab yang sama, masing-masing melakukan pendhabitan harakat kata langsung di bawah kata yang dimaksud agar dapat membantu memahami teks.
Ingatkan Kebesaran Tuhan
Pengasuh Ponpes Alhasani, Gus Fachrudin Achmad Nawawi mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mengingatkan para santri tentang bentangan alam yang indah dan jadi hunian manusia adalah bukti kebesaran Tuhan. Di sisi lain, mengaji di alam terbuka dapat membuat para santri lebih fokus dan mudah dalam proses belajar menghafal kitab.
"Mengaji di alam terbuka ini menjadi kegiatan favorit para santri sembari menunggu waktu berbuka puasa," ujar Gus Fachru, Rabu (6/4).
Dengan tadabur alam ini, para santri diharapkan lebih dekat dengan alam serta mensyukuri nikmat dan ciptaan Allah SWT, termasuk meningkatkan iman dan taqwa mereka.
"Ini juga dapat dijadikan sebagai kegiatan belajar secara outdoor santri agar bisa meningkatkan keimanan kepada Allah serta dapat memupuk rasa cinta terhadap alam sekitar dan melestarikannya," jelas Gus Fachru.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya