Syafii Maarif tekankan pentingnya toleransi di Indonesia
Merdeka.com - Buya Syafii Maarif mengaku tak ada yang spesial baginya saat merayakan ulang tahunnya yang ke 82 pada Rabu (31/5). Guru besar UNY ini enggan memberikan tanggapan khusus terkait perayaan hari lahirnya.
"Ulang tahun bukan tradisi saya. Silakan teman-teman saja yang memaknai sendiri," ujarnya di Yogyakarta, Rabu (31/5).
Meskipun enggan mengomentari tentang perayaan ulang tahunnya, pria kelahiran Sumpur Kudus, Sumatra Barat 31 Mei 1935 ini malah lebih tertarik mengomentari tentang keberagaman dan toleransi yang belakangan ini kembali muncul di Indonesia.
Saat ditemui sehabis menjalankan ibadah salat Dzuhur di Masjid Nogotirto, mantan Ketua PP Muhammadiyah ini mengaku mengamati dan mengikuti perkembangan bangsa Indonesia. Terutama tentang isu radikalisme dan toleransi dalam beragama.
Satu diantaranya yang menjadi perhatiannya adalah beredarnya foto yang menunjukkan ada teks doa dari umat Katolik untuk umat muslim yang tengah menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
"Menurut saya itu hal positif di tengah maraknya isu perpecahan karena perbedaan. Perbedaan ada, tapi kita dalam persaudaraan," ungkap Syafii Maarif.
Syafii Maarif menganggap foto yang beredar itu menunjukkan setiap umat beragama bisa saling mendoakan untuk kebaikan. Selain itu, dia menilai, saling mendoakan sebagai sebuah upaya merekatkan hubungan lintas iman dalam kehidupan berbangsa.
Untuk diketahui, teks doa yang beredar di media sosial itu tertulis, Bulan Ramadan segera tiba. Saudari-saudara kita, umat Islam, menantikannya dengan rindu untuk menjalankan ibadah puasa. Bapa, limpahilah mereka rahmat kesehatan agar menunaikan ibadahnya dengan baik. Jadikanlah kami saudara yang toleran bagi mereka.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya