Survei Indikator: 57,9 Persen Warga Jabar Setuju Larangan Study Tour ala Gubernur Dedi Mulyadi, Cuma Nambah Beban Orang Tua

Indikator juga melakukan survei soal kebijakan larangan wisuda di sekolah tingkat SD, SMP dan SMA ala Dedi Mulyadi.

Henni Rachma Sari
Oleh Henni Rachma Sari - Reporter
Survei Indikator: 57,9 Persen Warga Jabar Setuju Larangan Study Tour ala Gubernur Dedi Mulyadi, Cuma Nambah Beban Orang Tua
dedi mulyadi (humas pemprov jabar)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat kebijakan larangan Study Tour dilaksanakan di tiap sekolah. Alasannya, karena hanya akan menambah beban orang tua siswa.

Hal itu direspons positif. Sebanyak 89,8 persen warga Jabar mengetahui adanya kebijakan tersebut. Menurut hasil Survei Indikator, mayoritas warga Jabar setuju dengan Dedi Mulyadi.

"57,9 Persen warga Jawa Barat setuju, 31,8 persen tidak setuju," demikian hasil Survei Indikator dikutip merdeka.com, Rabu (28/5).

Sementara itu, Indikator juga melakukan survei soal kebijakan larangan wisuda di sekolah tingkat SD, SMP dan SMA ala Dedi Mulyadi.

"Sebanyak 58,4 persen warga setuju dan 29,9 persen tidak setuju," demikian dikutip hasil survei Indikator.

Study Tour: Metode Belajar Efektif, Bukan Sekadar Wisata!
Pengamat pendidikan Ina Liem tegaskan study tour efektif untuk siswa; perlu pengawasan ketat, bukan pelarangan, untuk hindari penyelewengan. © 2025 Antaranews

Metode Survei

Survei Indikator Politik Indonesia sendiri dilakukan 12-19 Mei 2025. Melibatkan 500 responden dari Jakarta, 600 responden dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dan 400 responden berasal dari Banten dan Yogyakarta.

Dengan metode wawancara tatap muka. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multi stage random sampling.

Sementara itu, tingkat kepercayaan atau margin of error survei ini berkisar antara 5% untuk 400 responden; 4,5% untuk 500 responden dan 4,1% untuk 600 responden.

Rekomendasi