Sumber kebocoran pipa Pertamina di Cilacap belum ditemukan
Merdeka.com - Sumber pipa Pertamina yang bocor dan menyemburkan cairan bensin di dusun Cikaronjo RT 01 RW 09 Desa Tarisi belum terindentifikasi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap telah melakukan tinjauan lokasi pada Selasa (7/3) siang untuk memastikan penanganan Pertamina terhadap dampak emisi dan ceceran premium.
Kabid Penataan dan Penataan DLH Kabupaten Cilacap mengatakan, Pertamina melalui Terminal BBM Lomanis telah melakukan penggalian di sisi barat lintasan jalur kereta api Bandung-Surabaya di dusun Cikaronjo. Dipastikan ada kebocoran di jalur pipa Pertamina tapi belum diketahui persis apakah di jalur pipa CB1 atau CB2. Penggalian sudah dilakukan seluas 6x6 meter, tapi sumber kebocoran belum juga ditemukan.
"Sumber kebocoran memang tidak mesti di lokasi yang ada rembesan. Jenis cairan setelah kami tinjau memang bensin jenis Premium," katanya saat ditemui Merdeka.com di lokasi, Selasa (7/3).
Dari sisi lingkungan, dampak emisi menjadi perhatian DLH. Sebab itu, lokasi telah disterilkan dengan radius 100 meter. Dia juga mengatakan, ceceran bensin yang mencemari tanah mesti dialihkan untuk proses disterilkan oleh pihak Pertamina.
"Semoga cepat diketahui titik sumber kebocoran agar perbaikan segera bisa dilakukan. Karena warga juga banyak yang mengakses lokasi ini," harapnya.
Untuk emisi dari hasil kajian DLH, masih di bawah ambang batas. Meski begitu, mengingat lokasi yang terpapar bensin berdekatan dengan satu hunian warga maka untuk sementara warga diungsikan. Hal itu dilakukan untuk menjauhi potensi bahaya.
"Kami akan terus meninjau perkembangan penanganan pipa bocor ini," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya