Sultan tewas, kasus penyerangan polisi diserahkan ke Densus 88
Merdeka.com - Tersangka penyerangan polisi, Sultan Aziansyah di sekitar Pos Polisi Cikokol, Tangerang dipastikan tewas di tengah perjalanan menuju Rumah Sakit (RS) Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur. Kematian Sultan membuat pemeriksaan kasus tersebut tidak dapat dilanjutkan, dan dinyatakan berhenti.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro, Komisaris Besar Pol Awi Setiyono memastikan, penghentian kasus dilakukan secara otomatis jika pelakunya dipastikan meninggal dunia. Dengan demikian, penanganan terorisme diserahkan kepada Detasemen Khusus 88 Antiteror dan Mabes Polri.
"Ya kalau namanya juga demi hukum, pelakunya meninggal dunia ya harus dihentikan. Tapi untuk penanganan terorisme sendiri, Densus 88 dan Mabes Polri ya yang akan mengungkap itu," ujar Awi di Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10).
Menurutnya, tindakan Kapolsek Tangerang Kompol Efendi yang menembak pelaku sesuai dengan prosedur. Saat kejadian, Sultan diketahui melakukan penyerangan kepada dua anggota kepolisian, dan Efendi sempat melakukan tembakan peringatan sebelum mengarahkan senjatanya ke tubuh pelaku.
"Kapolsek sampai menembak itu karena dia tahu anak buahnya tertusuk yang satu di punggung dan lenggang Sukardi, Iptu Bambang di dada dan punggung. Kapolsek proporsional dan profesional, dia sudah berikan tembakan peringatan dan menikam Kapolsek, terus udah begitu masa kita masih kompromi," jelasnya.
Awi melanjutkan, keputusan aparat pemindahan Sultan dari RSUD Kabupaten Tangerang ke RS Polri dilakukan karena terkait kasus terorisme. Pemindahan itu dilakukan atas dasar keamanan, dan pengamanan di RS Polri cukup maksimal untuk mencegah pelaku tidak mengulangi perbuatannya.
"Tapi tadi, karena luka tembaknya parah maka tidak bisa dihindari (kematian Sultan). Ini sudah risiko. Masa nunggu polisinya mati dulu, kan enggak," pungkasnya.
Sebelumnya, SA (22), pelaku penyerang anggota kepolisian di Pos Polisi Lalu Lintas, Cikoko, Tangerang dilaporkan meninggal dunia. SA menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan dari lokasi kejadian menuju Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Update terakhir, pelaku penusukan anggota Polri di Tangerang meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Polri karena kehabisan darah," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Jakarta, Kamis (20/10).
Awi melanjutkan, pelaku sempat ditembak sebanyak tiga kali oleh Kapolres Tangerang Kompol Efendi. Dua peluru bersarang di kedua kakinya, dan sisanya mengenai perut pelaku.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya