Sukses Gelar AFSC 2019, Kemenpora Harap Lahir Egy Maulana Vikri Lain

Minggu, 24 November 2019 13:45 Reporter : Bagus Suryadinata
Sukses Gelar AFSC 2019, Kemenpora Harap Lahir Egy Maulana Vikri Lain Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kemenpora dengan sukses menghelat 47th Asian Schools Football Championship (ASFC) 2019. Turnamen yang digelar di Stadion Batakan dari tanggal 17 hingga 23 November itu, secara resmi ditutup oleh Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto.

Dalam event ini, Thailand tampil sebagai juara dalam ajang ini, setelah di final sukses membungkam Malaysia dengan skor 2-1. Sedangkan Indonesia selaku tuan rumah, harus puas berada di posisi ketiga setelah menundukkan Korea Selatan.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S. Dewa Broto mengatakan bahwa kesuksesan menggelar ajang ini menjadi sebuah kebanggaan yang luar biasa dari sebuah garapan Kemenpora. Baginya rasa bangga ini karena para pemain U-18 Indonesia, merupakan para pemain masa depan yang akan mewakili Indonesia di pentas Internasional lainnya.

"Ini sebuah kebanggaan bagi kami di Kemenpora untuk mengadakan event tidak semata-mata di Jawa, tapi juga di luar Jawa. Terbukti, ajang ini berlangsung sukses, bahkan di laga semifinal stadion penuh, layaknya ini seakan-akan lebih dari sebuah bigmatch, untuk liga saja belum tentu sebesar ini, dan ini menjadi lebih dari sebuah bigmatch di liga 1," ucapnya.

Bagi Gatot ajang ini juga merupakan ajang yang telah melahirkan nama-nama top untuk sepak bola Indonesia. Sebut saja nama Egy Maulana Vikri, Wita Sulaeman dan Supriadi menjadi tumpuan untuk Timnas Indonesia.

"Ingat, adik-adik yang berlaga di ajang ini adalah masa depan persepakbolaan kita. PSSI itu harusnya berterimakasih kepada Kemenpora, kepada PPLP, karena tanpa adanya PPLP, tidak akan muncul seperti Egy, Witan, Supriadi, Athtallah dan lainnya, bahkan beberapa pemain yang memperkuat tim ini pun sudah memperkuat tim di liga 1. Jadi poinnya adalah kami ingin bersinergis dengan baik terhadap PSSI, karena salah satu key performance indicator (KPI) sukses tidaknya PakMenpora itu ya diantaranya sepakbola ini," tambahnya.

"Banyak hal yang bisa disinergikan antara kami dengan PSSI. Ada anekdot terhadap persepakbolaan kita, kalau sepakbola yang ada U-nya, kita menang, kita bagus, tapi lepas dari itu, kenapa sih kok ceritanya beda?. Hingga kini menjadi tanda tanya besar bagi Presiden. Apa yang terjadi?, kayaknya ada missing link antara pemain timnas sepakbola yang U dan yang non U," paparnya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Berita Kemenpora
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini