Sudirman Said bakal utamakan dialog soal pelarangan cantrang

Jumat, 16 Februari 2018 09:29 Reporter : Dian Ade Permana
Sudirman Said dan pengrajin tambang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang tak hanya berimbas ke nelayan. Perajin tali tambang pun merasakan akibat dari pelarangan tersebut karena sepi pembeli.

Pengusaha tali tambang di Desa Kubangwungu, Kecamatan Ketanggunhan, Brebes, Haji Amin menyebutkan akibat pelarangan tersebut, pembelian tali tambang berkurang. "Saat ini, pembelian tambang sepi, karena nelayan yang menggunakan alat tangkap cantrang berkurang. Akibatnya, produksi dan penjualan menurun," katanya saat menerima kunjungan calon Gubernur Sudirman Said, Kamis (15/2).

Dalam sehari, seorang perajin tali tambang bisa mengirimkan 35 gulung tali tambang. Namun, saat ini, hanya sekitar 20 gulung. Kondisi ini juga diperparah dengan cuaca yang saat ini sering hujan. Lantaran produksi tali tambang tradisional itu dilakukan di luar ruangan. Biasanya di pinggir jalan Brebes tengah atau jalur Pejagan- Tegal.

Di Desa Kubangwungu sendiri terdapat 4.000 perajin tali tambang. Modal mereka didapat dari bank dan ada sejumlah perajin mendapatkan dana dari rentenir.

"Dari 120 ton, penjualan tali tambang turun ke angka 40 ton saja, selain itu jumlah pekerja kami yang semula 250 tinggal 100 saja,"ujar Amin.

Menanggapi keluhan warga tersebut, Sudirman Said berjanji akan mengedepankan dialog, utamanya terkait polemik pelarangan cantrang yang menyebabkan merembet kepada menurunnya penjualan tambang untuk alat tangkap ikan.

"Saya sangat menghargai kebijakan Presiden untuk melakukan peralihan alat tangkap, namun ternyata kenyataan di lapangan tidak sepenuhnya mudah, sehingga nelayan dan pihak harus terus diajak dialog terkait kebijakan cantrang," ujarnya.

Polemik alat tangkap nelayan muncul menyusul terbitnya Peraturan Menteri Kelautan No. 2/2015 tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets). Peraturan yang dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu direspons protes keras dari para nelayan. Mereka menolak larangan penggunaan cantrang. Pemerintah pun akhirnya menunda larangan penggunaan cantrang. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini