Suami Terjerat Kasus Korupsi, Wahyu Tjiptaningsih Dilantik Jadi Wakil Bupati Cirebon
Merdeka.com - Wahyu Tjiptaningsih dilantik menjadi Wakil Bupati Cirebon untuk sisa masa jabatan 2019-2024. Wahyu Tjiptaningsih merupakan politisi PDIP sekaligus istri dari mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra yang harus lengser karena terjerat kasus korupsi.
Pelantikan tersebut dilaksanakan di Youth Centre Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (10/2). Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Perempuan yang akrab disapa Ayu ini ditetapkan menjadi wakil bupati setelah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, pada Rabu (2/12). Dengan demikian Bupati Cirebon, Imron Rosyadi tidak akan bertugas sendiri lagi selepas menggantikan Sunjaya.
Sebelum terpilih, Ayu bersaing dengan Cunadi yang juga direkomendasikan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Hasil pemilihan, seluruh anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Wahyu Tjiptaningsih memperoleh suara 36, Cunadi 1 suara, dan 10 suara tidak sah.
Acara pelantikan pun dilaksanakan untuk Bupati Indramayu Sisa Masa Jabatan 2016-2021, Wakil Bupati Tasikmalaya Sisa Masa Jabatan 2016-2021. Mereka adalah Taufik Hidayat (Bupati Indramayu Sisa Masa Jabatan 2016-2021), Deni Ramdani (Wakil Bupati Tasikmalaya Sisa Masa Jabatan 2016-2021).
Dalam sambutannya, Ridwan Kamil berpesan kepada tiga pimpinan daerah, kepala daerah maupun wakil kepala daerah yang dilantik fokus menangani dua urusan yakni pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
"Tugas berat menanti karena hari ini masih bergelut dengan dua urusan (yakni) pandemi dan pemulihan ekonomi. Jangan dulu pikir yang lain-lain," kata dia.
Selain itu, dia menekankan pentingnya tiga nilai yang perlu dimiliki pemimpin di Jabar, yaitu integritas, melayani sepenuh hati, dan profesional. Takdir pemimpin melayani bukan dilayani, menolong bukan ditolong, memberi bukan diberi, dan terus cari solusi.
"Pemimpin juga harus profesional dan mengikuti perkembangan zaman. (Integritas, melayani sepenuh hati, dan profesional) itulah syarat nilai pemimpin yang membawa kemajuan dan perubahan di daerah," kata dia.
"Sebagian (yang dilantik hari ini) waktu tugasnya tidak terlalu banyak, tapi tidak ada kata pendek atau panjang dalam pelayanan. Maksimalkan (masa jabatan), jadi manusia mulia yang membawa kemanfaatan bagi masyarakat," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya