Strategi Pemerintah Cegah Masuknya Varian AY.4.2 dari Inggris

Kamis, 28 Oktober 2021 19:17 Reporter : Supriatin
Strategi Pemerintah Cegah Masuknya Varian AY.4.2 dari Inggris Wiku Adisasmito. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan pemerintah memaksimalkan empat strategi untuk mencegah masuknya varian AY.4.2 dari Inggris. Pertama, memaksimalkan karantina bagi pelaku perjalanan internasional.

Kedua, memperketat pelaksanaan protokol kesehatan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan). Ketiga, memaksimalkan 3T (testing, tracing, treatment).

"Kemudian vaksin agar dapat mencegah masuknya semua jenis varian baru sekaligus meminimalisir pembentukan mutasi baru dalam negeri," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (28/10).

Wiku menjelaskan AY.4.2 sebetulnya bukan varian baru. Melainkan bagian dari varian Delta yang mengalami perubahan atau mutasi tambahan.

"Jenis varian A.Y dari mutasi Delta ini cukup beragam, yaitu dari A.Y.1 hingga A.Y.2.8," sambungnya.

Menurut Wiku, pemerintah belum mengetahui karakteristik dari varian AY.4.2. Baik dari tingkat penularan, keparahan gejala, maupun respons terhadap vaksinasi.

"Karena studi terkait hal tersebut masih berlangsung," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah terus memonitor perkembangan varian baru covid-19 di Indonesia. Termasuk memantau masuknya varian AY.4.2.

"Kami sudah lihat bahwa di Inggris ada satu varian yang berpotensi mengkhawatirkan yaitu AY.4.2 belum masuk di Indonesia yang sekarang terus kami monitor perkembangannya seperti apa," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10).

Budi menyebut, varian AY.4.2 merupakan turunan dari varian Delta. Varian tersebut telah memicu lonjakan kasus Covid-19 di Inggris sejak Juli hingga Oktober 2021.

Selain di Inggris, sejumlah negara di Eropa juga masih mengalami peningkatan kasus Covid-19. Sementara di Indonesia, dalam dua pekan terakhir terjadi sedikit peningkatan kasus Covid-19 pada 105 kabupaten dan kota.

"Memang angkanya masih tidak mengkhawatirkan dan masih berada di bawah batas amannya WHO," jelasnya.

Baca juga:
Belanda Alami Kasus Covid-19 Tertinggi dalam Tiga Bulan
Jubir Satgas: Kebijakan PCR Bersifat Dinamis
Epidemiolog: Penurunan Tarif PCR Jangan Turunkan Kualitas Pemeriksaan
Wamenhan: Covid-19 Jadi Ancaman Nonmiliter Multidimensional
Update Pasien Covid-19 di Indonesia Per 28 Oktober 2021
Aturan Terbaru: Penumpang Kereta Api, Kapal Laut Wajib Tunjukkan Antigen H-1

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini