Status Tersangka Dirut Dirgantara Belum Diumumkan, KPK Tunggu Bukti Lengkap

Senin, 8 Juni 2020 20:54 Reporter : Merdeka
Status Tersangka Dirut Dirgantara Belum Diumumkan, KPK Tunggu Bukti Lengkap Ketua KPK Firli Bahuri Sambangi DPR. ©2020 Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Merdeka.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri memastikan pihaknya segera mengumumkan kasus dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia. Namun sejauh ini, Firli mengklaim tim lembaga antirasuah masih mengumpulkan bukti permulaan yang cukup dalam kasus ini.

"Tim masih bekerja untuk mengumpulkan bukti-bukti sehingga perkara jadi terang. Pada saatnya kami akan sampaikan ke rekan-rekan media. Pasti kami sampaikan perkembangannya," ujar Firli saat dikonfirmasi, Senin (8/6).

Berdasarkan informasi, KPK telah menjerat Budi Santoso yang merupakan mantan Dirut PT Dirgantara Indonesia sebagai tersangka. Namun Firli masih enggan membeberkannya.

"Ya, kami pimpinan bekerja dan kalau sudah cukup bukti dan tersangka ditemukan, baru kita umumkan. Pimpinan menyepakati seperti itu," kata Firli.

Sebelumnya, mantan Direktur Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia, Budi Santoso mengakui telah berstatus sebagai tersangka dugaan korupsi atas kasus yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Status ini terungkap setelah Budi menjalani pemeriksaan hari ini, Jumat (5/6/2020) di Gedung Merah Putih.

"Iya, (diperiksa sebagai) tersangka saya," kata Budi, di KPK, Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Budi mengaku belum mengetahui apapun terkait status tersangkanya ini. Namun, dia menyebut, hanya diperiksa seputar harta kekayaannya oleh penyidik KPK. Bukan soal PT Dirgantara Indonesia.

"Saya tidak tahu tadi (tersangka apa), cuma diperiksa tentang laporan harta kekayaan," ujar Budi.

Saat disinggung apakah statusnya tersangkanya terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan Federasi Serikat Pekerja BUMN kepada KPK pada 2016 silam, Budi kembali mengaku tidak tahu.

"Saya tidak tahu," singkat eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso.

Pada 2016 Ketua Harian Federasi Serikat Pekerja BUMN Prakoso Wibowo, mengatakan dugaan kerugian negara akibat korupsi sebesar Rp8 miliar, dari 24 kasus yang dilaporkan.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com [eko]

Baca juga:
Usai Diperiksa KPK, Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Akui Berstatus Tersangka
Budi Santoso, Eks Dirut PTDI Diperiksa KPK
Eks Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Jalani Pemeriksaan KPK
KPK Usut Kasus Dugaan Korupsi PT DI Atas Pengadaan Pesawat
KPK Periksa Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Terkait Korupsi
Pemprov Jabar Siap Beli Ventilator Buatan Pindad dan PT Dirgantara Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini