Stadion GBT akan Dirombak Total untuk Persiapan FIFA World Cup U-20
Merdeka.com - Penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah FIFA World Cup U-20 tahun 2021 mendatang disambut baik oleh Pemkot Surabaya. Jika nantinya Surabaya terpilih sebagai tempat untuk penyelenggaraan turnamen, maka Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) bakal dirombak total.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, perombakan itu di antaranya mengganti total rumput Stadion GBT. Jenis rumput yang bakal digunakan juga akan berstandar internasional.
Meskipun sebetulnya rumput yang digunakan sekarang pun juga telah berstandar internasional, tetapi karena telah digunakan untuk pertandingan sehingga ditambal sulam.
"Nanti (rumputnya) kita kupas semuanya, kita ganti dengan rumput sejenis. Kita akan minta arahan dari PSSI untuk mendapatkan rumput kualitas terbaik," katanya, Jumat (25/10).
Selain soal rumput, stadion GBT ini juga bakal dilengkapi CCTV, WIFI hingga penguat sinyal. Tak hanya itu, stadion terbesar di Surabaya dengan daya tampung 50 ribu penonton ini juga akan dijadikan stadion berstandar internasional.
Misalnya, akan dilakukan pula renovasi kamar mandi, pintu utama, scoring board, paving halaman depan, penambahan daya lampu dari 1.400 lux menjadi 2.400 lux hingga penambahan fasilitas lain seperti jacuzzi di ruang ganti pemain dan single seat (tempat duduk penonton).
"Jalur masuknya nanti juga kita tambahi penerangan. Selain itu nanti kita akan buat tunnel (jalur) menuju lapangan," tambahnya.
Eri menyatakan pihaknya saat ini masih menyiapkan desain atau layoutnya. Sebab, renovasi itu akan dilakukan menunggu penggedokan perubahan APBD tahun 2019.
"Kalau (anggaran) ini digedoknya APBD November, berarti Desember akan dilelang dan Januari (2020) akan dikerjakan," jelasnya.
Di sisi lain, perubahan besar lain di Stadion GBT juga akan dilakukan pada akses masuk. Ia menyatakan pihaknya sedang berupaya agar kendaraan besar, seperti bus, bisa masuk ke GBT.
Menurut Eri, ada dua alternatif jalan yang bisa digunakan menuju GBT, yaitu melewati Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Sebab, kendaraan (bus besar) jika melalui tol tidak bisa, karena terbentur terowongan sebelah Osowilangon.
"Kita meminta surat ke Jasa Marga untuk exit tol agar bisa langsung ke GBT, pilihan lain lewat akses Pelindo (III), kan ada jalannya itu," jelasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya