Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Stabilitas pangan terjaga saat Lebaran, hadirkan suasana politik yang kondusif

Stabilitas pangan terjaga saat Lebaran, hadirkan suasana politik yang kondusif Ilustrasi pedagang pasar. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pada momen menjelang hingga pasca perayaan Idul Fitri, harga pangan cenderung terjaga. Kondisi ini dianggap sebagai keberhasilan pemerintah. Sehingga capaian ini diharapkan mampu menciptakan kondisi politik menjadi kondusif sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih baik ke depan.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, memandang stabilitas pangan ini dikarenakan pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Ini bahkan sudah dilakukan sejak lebih dari tiga bulan lalu. Sekaligus didorong Kementerian Perdagangan dibantu Satgas Pangan aktif memantau pendistribusian berbagai barang kebutuhan pokok.

Dengan demikian, kata Sarman, aliran distribusi menjadi lancar dan isu terkait kekurangan bahan pokok bisa diminimalkan. Dampak akhirnya harga pun menjadi tidak bergejolak. "Kita harus mengapresiasi kinerja itu, termasuk pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan," kata Sarman di Jakarta, Kamis (21/6).

Pemantauan rutin dilakukan pemerintah diyakini pula menggerus upaya mafia pangan kerap memanfaatkan momentum Lebaran guna mencari untung. Terlebih Kementerian Perdagangan, pemerintah daerah, beserta Bulog gemar melakukan operasi pasar untuk menekan harga.

"Kalau demand dan supply itu seimbang, kita yakin bahwa harga tidak bergejolak. Kita lihat hasilnya saat ini bahwa ketika menjelang Lebaran harga-harga bahan pokok itu pada posisi stabil. Stabil bukan berarti tidak naik," ujar Sarman.

Sarman mengapresiasi pola komunikasi Menteri Perdagangan, Enggatiasto Lukita, beberapa kali memanggil para importir untuk memastikan izin dan penyaluran agar sesuai. Langkah ini dianggap mampu menghilangkan para mafia importir kerap menyalahgunakan izin.

Melalui dialog dengan para importir tersebut, kementerian jadi bisa mengetahui total berapa izin impor didapat para importir. Dari sana, langkah selanjutnya bisa ditanyakan volume pendistribusian barang yang sudah impor kepada masyarakat. Jika ada yang tidak tepat sesuai, bisa segera diketahui dan ditindak. Dikombinasikan dengan pemantauan yang rutin, stok di pasar menjadi kian terjaga.

"Menteri perdagangan itu sering sekali memanggil berbagai asosiasi untuk menjaring para importir. Importir daging sering diundang, importir bawang diundang juga. Importir buah-buahan diundang juga. Jadi, memang ini yang harus selalu dilakukan ke depan," tegas Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) ini.

Sementara itu, Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth, melihat keadaan ini juga membuat stabilitas politik. Sehingga sekarang cukup terjaga sampai proses pembangunan dapat berjalan lebih baik.

Kemajuan di sektor pangan, kata Adriana, mampu meredam gejolak kenaikan harga komoditas pangan, khususnya pada saat menjelang hingga pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri. "Ini merupakan salah satu keberhasilan pembangunan dari pemerintah sekarang. Itu harus diakui adanya," kata Adriana.

Ketersediaan kebutuhan pokok memadai, diakui Adriana, berpengaruh menentukan kualitas sumber daya manusia. Ini sekaligus menjaga stabilitas sosial politik sebagai prasyarat untuk melaksanakan pembangunan. Oleh karena itu, Adriana meminta pemerintah terus konsisten dan lebih baik lagi dari tahun ke tahun.

"Repotnya kalau tahun politik kan biasanya semua bisa digunakan sebagai alat untuk menyerang kebijakan pemerintah. Kekurangannya lebih diungkap daripada keberhasilan," ucapnya.

Mengacu pada indikator harga di hargapangan.id, kisaran harga bahan pokok sehari menjelang Lebaran memang tidak tampak melonjak. Harga cabai merah yang cenderung melambung terpantau masih di kisaran Rp66.450 secara nasional.

Harga beras, meski naik, tidak juga melonjak karena berada di kisaran Rp11.900. Bahkan harga bawang putih yang tahun lalu sempat menyentuh Rp80 ribu menjelang Lebaran, di tahun ini hanya terpatok di Rp32.800 sehari menjelang hari raya. Begitu halnya dengan harga daging, sangat stabil. Bahkan, belakangan mengalami penurunan.

Terhadap fluktuatifnya harga, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, pasokan bahan pangan pasca lebaran tahun ini relatif aman. Abdullah mengatakan, pasokan pangan masih terus disuplai ke pasar-pasar tradisional. Menurutnya, selama ini belum ada kendala untuk ketersediaan bahan pangan, kecuali ayam yang pasokannya tidak banyak.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP