Sri Mulyani Ngomel Gara-Gara Candaan Pejabat Kemenkominfo

Selasa, 11 Desember 2018 21:37 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani Ngomel Gara-Gara Candaan Pejabat Kemenkominfo Menkeu Sri Mulyani buka perdagangan saham. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri peluncuran digitalisasi pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Dhanapala, Jakarta, Selasa (11/12). Peluncuran digitalisasi ini merupakan salah satu upaya pemerintah mempermudah penyaluran UMi.

Di tengah peluncuran sistem digitalisasi tersebut, ada beberapa hal yang menarik perhatian Sri Mulyani. Salah satunya candaan sexiest yang disampaikan oleh Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kemenkominfo, Anang Latif sebelum dirinya memberikan sambutan.

"Jokes-nya Latif, soal 'saya sering sampaikan supaya bapak-bapak jangan sering ke luar kota nanti istrinya nikah lagi'. Saya rasa itu jokes yang sangat Sexiest. Saya sampaikan ini sebagai bentuk keberpihakan kepada perempuan menjaga martabat mereka tidak hanya sebagai objek," ujarnya.

Selain candaan sexiest, Sri Mulyani juga menegur Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Marwanto Harjowiryono soal penayangan video UMi yang hanya melibatkan laki-laki. Padahal, selama ini peserta UMi paling banyak perempuan.

"Hanya yang saya sayangkan Pak Marwanto, video pertama diperlihatkan bagaimana kredit ultra mikro itu semua laki-laki. Salah total itu. Salah sekali karena saya tahu, para pelakunya itu perempuan. Jadi tolong yang buat video pertama dikoreksi mindsetnya," katanya.

Sri Mulyani melanjutkan, untuk program UMi ini sebenarnya 90 persen melibatkan perempuan. Perempuan memanfaatkan UMi untuk menambah penghasilan dalam rumah tangganya.

"Kalau saya bicara dengan bukalapak, gopay dan sebagainya 90 persen pekerja mikro itu perempuan. Jadi kalau kita bicara kredit usaha rakyat, kata perempuan itu sudah biasa sementara kata emak-emak sangat politis," jelasnya.

"UMi adalah beneficiery-nya mereka yang bekerja sebagai ibu rumah tangga tapi mereka masih memiliki keinginan mendapatkan masukan tambahan melalui berbagai kegiatan. Ada yang pinter bikin pisang goreng bisa masuk lewat digital, yang bikin ayam kremes buat suaminya bisa masuk juga," paparnya. [bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini