Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soroti Masalah Konservatisme Beragama, Tokoh Sarankan 5 Strategi ke Pemerintah

Soroti Masalah Konservatisme Beragama, Tokoh Sarankan 5 Strategi ke Pemerintah Mahfud MD datangi KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Kementerian Agama (Kemenag) bersama tokoh agama dan budayawan menyoroti beberapa isu-isu strategis dalam hal berbangsa, bernegara dan beragama. Salah satu yang disoroti masalah konservatisme yang mengarah pada eksklusivisme dan ekstrimisme beragama.

Dalam diskusi yang dihadiri Kemenag bersama para tokoh seperti Mahfud MD, Alissa Wahid, Romo Benny, hingga Sujiwo Tejo, telah merumuskan beberapa strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Setidaknya ada lima strategi untuk mengatasi masalah keagamaan dalam berbangsa dan bernegara.

"Strategi pertama, pemerintah mengambil langkah-langkah konkret untuk memimpin gerakan penguatan keberagaman yang moderat sebagai arus utama. Agama perlu dikembalikan kepada perannya sebagai panduan spiritual dan moral, bukan hanya pada aspek ritual dan formal, yang bersifat eksklusif baik pada ranah masyarakat maupun negara," kata salah satu Anggota Perumus Risalah, Mahfud MD di Discovery Hotel, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (29/12).

Mahfud melanjutkan, pemerintah perlu mengambil langkah konkret dalam mengatasi eksklusivisme dan ekstrimisme beragama serta perilaku diskriminatif dalam kehidupan beragama. Seperti mendorong DPR dan pemerintah untuk merevisi Undang-Undang tentang Pemberlakuan PNPS Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama Sesuai dengan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk menghapus atau membatasi regulasi dan kebijakan yang menumbuhsuburkan ekslusifisme dan ekstrimisme beragama," ungkapnya.

Dia menambahkan, diperlukan juga pengembangan strategi komunikasi berbangsa. Hal itu diperlukan untuk memperkuat akal sehat.

Kemudian, pemerintah melalui Kementerian Agama juga perlu mengambil langkah aktif untuk memfasilitasi ruang-ruang perjumpaan antarkelompok masyarakat. Serta mendesak para tokoh agama lebih aktif dalam memandu para umat untuk menjalankan agama dan keyakinan yang terbuka berdasarkan landasan nilai-nilai hakiki agama.

Usul dan saran itu langsung ditanggapi Sekretaris Kementerian Agama Mohamad Nur Kholis yang mewakili Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Dia mengaku Kemenag berusaha untuk memberikan pelayanan pendidikan moderasi beragama.

"Memberikan komitmen bahwa Kementerian Agama akan terus berusaha untuk memberikan pelayanan pendidikan moderasi beragama, serta jaminan dan perlindungan kehidupan umat beragama, sesuai regulasi yang ada," ucap Nur Kholis.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP