Soekarwo: Kasus OTT Eddy Rumpoko ujian, semoga yang terakhir di Jatim

Selasa, 19 September 2017 06:20 Reporter : Moch. Andriansyah
Soekarwo: Kasus OTT Eddy Rumpoko ujian, semoga yang terakhir di Jatim Pelantikan Plt Wali Kota Batu. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Soekarwo menyebut insiden penangkapan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai ujian bagi Jawa Timur. Gubernur dua periode ini berharap, operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu siang (16/9) lalu, itu menjadi peristiwa terakhir di wilayahnya.

Dalam pidato pelantikan Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso sebagai pelaksana tugas (Plt) dari Eddy Rumpoko pada Senin (18/9) malam, Seokarwo tak menyampaikan banyak hal. Kecuali permintaan maaf dan tengah menghadapi ujian.

Punjul dilantik langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo di Gedung Grahadi Surabaya. "Kami mohon maaf, ini ujian bagi kita di Jawa Timur. Dan semoga ini yang terakhir," tutur Soekarwo lirih.

Hadir di acara itu, Ketua DPRD Jawa Timur, Abdul Halim Iskandar; Kapolda Irjen Pol Machfud Arifin; serta beberapa kepala daerah seperti Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak; Bupati Jember, Faidah; dan sejumlah kepala daerah lainnya.

Di hadapan Mendagri dan kepala daerah tersebut, Soekarwo juga meminta semua pihak menjadikan kasus Eddy Runpoko yang akan purna tugas pada Desember mendatang, itu sebagai bahan perenungan.

"Sekali lagi, mudah-mudahan ini ujian terakhir bagi kita," tandas gubernur akrab disapa Pakde Karwo ini.

Sekadar informasi, penunjukkan Punjul sebagai Plt ini berdasarkan Surat Mendagri Nomor: 131.35/4269/SE, tertanggal 18 September 2017, dan Surat Perintah Tugas dari Gubernur Jawa Timur Nomor: 131/1056/011:/2017.

Landasan kedua surat tersebut adalah Undang-Undan (UU) Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah sebagaiman telah diubah kedua kali dengan UU Nomor 9 tahun 2015. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini