Soal Spanduk fatwa fardu ain, Panwaslu Sidoarjo laporkan ke Sentra Gakkumdu

Senin, 11 Juni 2018 21:08 Reporter : Nanang Ichwan
Panwaslu akan tindaklanjuti kasus spanduk bertuliskan 'Fardu Ain memilih Khofifah - Eml ke sent. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidoarjo mendapat angin segar agar kasus spanduk fatwa fardu ain memilih Khofifah-Emil yang terpasang di wilayah Sidoarjo untuk ditindak lanjuti ke Sentra Gakkumdu.

Langkah Panwaslu ini disepakati kedua timses pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. "Kedua tim sukses Sidoarjo sepakat agar dugaan spanduk fatwa mendukung Khofifah-Emil yang sudah diturunkan Panwas untuk ditindak lanjuti ke ranah Sentra Gakkumdu," kata Ketua Panwaslu Sidoarjo M Rosul, Senin (11/6).

Rosul mengungkapkan, pihaknya langsung menggelar pertemuan dengan semua komisioner Panwas Sidoarjo pasca diturunkan dua spanduk yang terpasang di Jalan Raya Ahmad Yani, Alun-alun Sidoarjo dan Buduran. Bahkan, lanjut dia, pihak Panwas juga mengundang kedua tim sukses pasangan calon di Sidoarjo serta Sentra Gakkumdu.

Pada pertemuan yang berlangsung pada Minggu (10/6) malam itu, tim pemenangan pasangan Gus Ipul-Mbak Puti dihadiri langsung Ketua DPC PDI P, Tito Pradopo dan Nadia Bafaqih. Sedangkan, tim pemenangan Khofifah-Emil dihadiri oleh Kasmuin.

Sementara Gakkumdu dihadiri Aipda Rudi, dari pihak Polresta Sidoarjo dan Guruh Prabowo Wicaksono, dari pihak Kejari Sidoarjo dan Agung dari pihak Panwaslu Sidoarjo. "Semua tadi malam itu hadir. Selain kami memberi pemahaman untuk mencegah sedini mungkin, mereka juga sepakat ini masuk ranah pidana pemilu," ungkap Rosul.

Sekretaris tim pemenangan Khofifah-Emil wilayah Sidoarjo, Kasmuin mengaku terkejut dan menyayangkan adanya spanduk fatwa Khofifh-Emil yang terpasang di Sidoarjo itu. Kasmuin membantah, spanduk yang terpasang itu dilakukan oleh timnya. Justru, lanjut dia, pihaknya mempersilahkan Panwaslu untuk menelusuri siapa yang memasang sepanduk tersebut.

"Kami mempersilahkan Panwaslu Sidoarjo menelusuri siapa yang memasang dan membuat spanduk tersebut. Ini demi situasi kondusif di Sidoarjo ke depan, yang jelas itu bukan dari pihak kami," ungkap dia.

Sementara, tim pemenangan Gus Ipul-Mbak Puti Sidoarjo, Tito Pradopo mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya persoalan itu kepada Panwaslu Sidoarjo. "Kami serahkan semua ke Panwaslu," ucap pria yang juga Ketua DPC PDIP Sidoarjo itu. Ia mengaku, pihaknya kini tetap fokus untuk pemenangan Gus Ipul-Mbak Puti di Sidoarjo.

Diberitakan sebelumnya, Panwaslu Sidoarjo mencopot dua sepanduk yang terpasang di Sidoarjo terkait fatwa dukungan kepada Khofifah-Emil. Selain di Sidoarjo, Spanduk tersebut juga terpasang di sejumlah daerah di Jawa Timur. Belum tahu pasti siapa yang memasang spanduk tersebut.

Sebagaimana diketahui, munculnya fatwa fardu ain untuk mendukung Khofifah-Emil itu setelah sejumlah kiai menggelar pertemuan di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, 3 Juni lalu, yang dihadiri Cagub Khofifah Indar Parawansa.

Pertemuan itu menghasilkan fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018 yang menyebut, mencoblos Khofifah-Emil Elestianto hukumnya Fardhu Ain alias wajib bagi setiap orang. Hukum fardhu ain ini dalam Islam seperti ibadah salat dan puasa Ramadhan. Dalam Islam, meninggalkan aktivitas yang hukumnya fardu ain membuat pelakunya diganjar dosa oleh Allah.

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim selaku Tim 9 Khofifah-Emil mengatakan, orang yang memilih Gus Ipul, padahal ada yang lebih baik menurut KH Asep, yaitu Khofifah, maka orang itu mengkhianati Allah SWT dan Rasulullah. Fatwa itu kini menuai pro-kontra di masyarakat. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini