Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Soal polwan berjilbab, Wakapolri bantah selisih dengan Kapolri

Soal polwan berjilbab, Wakapolri bantah selisih dengan Kapolri Polwan Berjilbab di Polda Metro Jaya. ©2013 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Wakapolri Komjen Oegroseno membantah berselisih paham dengan Kapolri Jenderal Sutarman tentang aturan polwan berjilbab. Menurut Oegroseno, usulan penundaan polwan berjilbab karena belum ada aturan yang jelas.

"Enggak ada (selisih paham), jadi kata-kata (Kapolri) besok itu kan bisa kata orang Jawa besok. Jadi bisa tomorrow, bisa the day after tomorrow, yang jelas enggak yesterday. Kita sudah lapor Kapolri," ujar Oegroseno di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (2/12).

Menurut Oegroseno, peraturan penggunaan jilbab bagi Polwan mesti jelas dan detail karena pengadaan itu menggunakan anggaran. Dia mengaku mendapat laporan dari Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, bahwa pemakaian jilbab ini harus seragam dan tidak boleh beli sendiri.

"Sekarang gini, polisi bawa senjata api boleh enggak beli sendiri? Kalau enggak, diatur dengan peraturan, boleh enggak saya nembak wartawan gitu? Makanya harus diatur. Ini yang terbaik untuk negara, bukan untuk saya," paparnya.

Sebelumnya, Oegroseno berbeda pendapat dengan Kapolri Jenderal Sutarman soal penggunaan jilbab oleh polisi wanita (Polwan). Oegro meminta penggunaan jilbab bagi Polwan dievaluasi. Oegro mengusulkan agar Polwan menggunakan baju terusan dan jilbab.

Sebab, jenderal polisi bintang tiga itu tak ingin Polwan berjilbab malah menjadi seksi karena pakaiannya yang malah menjadi ketat dan seronok.

"Kalau menurut saya kalau memang (Polwan) mau pakai jilbab, baju terusan saja sekalian. Jangan sampai bajunya ketat, body-nya keliatan. Malah nimbulin nafsu-nafsu," di kata Oegroseno di Mako Ditpoludara Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Senin (2/12). (mdk/ded)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP