Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

"SMA Double Track" buah tangan Gus Ipul, jadi andalan kualitas pendidikan Jatim

SMA Hang Tuah I Surabaya. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Setahun sebelum habis kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa), keduanya masih memiliki gagasan yang rencananya bakal diterapkan pada tahun 2018. Ialah pendidikan SMA Double Track.

Konsepnya, murid-murid di SMA itu akan diberikan keterampilan tambahan yang diberikan kepada siswa sebagai ekstrakurikuler (ekskul). Diharapkan bagi siswa lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, memiliki keterampilan yang dapat digunakan di dunia kerja.

Salah satu SMA yang telah menerapkan program ini, yaitu SMA Hang Tuah I Surabaya, Jalan Ikan Lumba-Lumba, Perak Barat, Krembangan, Surabaya. Tahun 2018, menjadi tahun kedua sekolah bahari ini menerapkan program double track.

"Makanya saat ini, sekolah kami menjadi SMA Hang Tuah I Plus Perhotelan," kata Kepala Sekolah Hadi Sukiyanto, di sekolahnya, Senin (8/1).

Menariknya, sebelum menerapkan program anyar ini Hadi menyebar kuesioner. Pertanyaannya, apakah setelah lulus nanti mau kuliah atau tidak. Hasilnya, 60 persen di antaranya melanjutkan ke jenjang kuliah. Sisanya, bekerja.

"Maka kami berpikir untuk mencarikan ketrampilan. Kebetulan saya punya basic perhotelan. Saya mengajukan ke provinsi, tanggapannya bagus," jelasnya.

Program double track ini menjadi ekskul wajib, yang diikuti oleh siswa kelas XI. Terdapat empat materi yang diajarkan. Di antaranya food and beverage (F&B) dan product, F&B service pada semester I. Lalu, bartender dan house keeper di semester kedua.

"Pengajarnya dari spesialis akademik perhotelan di antaranya Surabaya Hotel School (SHS), Hotel Mojopahit dan lainnya," ujar humas sekolah Edi Budiantoro.

Koordinator pengajar Dwi Krisbianto menambahkan, jumlah kelas XI itu dibagi menjadi dua kelas dan kelasnya berlangsung setelah kegiatan belajar-mengajar (KBM) reguler. Sehingga tidak mengganggu pelajaran pokok.

"Kami siapkan mereka. Sehingga ketika mereka mengikuti materi F&B Product, siswa itu mampu membuat hidangan dari appetizer hingga desert sesuai standar perhotelan," kata Dwi

Kemudian, lanjut dia, para siswa yang menginjak kelas XII nantinya akan menghadapi uji kompetensi dari tim aksesor Lembaga Sertifikasi Pendidikan (LSP).

"Pada Februari mendatang," katanya.

Setelah itu, bagi siswa yang sudah lulus dan hendak melanjutkan dan bekerja di perhotelan akan disiapkan program magang. Sehingga, mereka setelah itu memiliki lisensi dari hotel yang bersangkutan, atau bahkan ditarik bekerja di hotel itu.

"Ke depan, kami akan tambahkan satu bidang lagi, yaitu pembuatan kue (pastry). Dan juga program D1. Laboratoriumnya sudah tersedia. Dan di belakang sekolah rencananya akan dibangun homestay, sebagai tempat praktik," ujarnya.

Harapan Hadi Sukiyanto, program SMA Double Track ini bisa menjadi program andalan yang memiliki payung hukum. Sehingga diterapkan di seluruh SMA di Jawa Timur.

"Saya berharap Gus Ipul ketika terpilih menjadi Gubernur Jawa Timur nanti melanjutkan program ini. Dan membuatkan payung hukum berupa Perda," katanya. (mdk/paw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP