Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sinergi pengembangan kopi dan wisata di Purbalingga

Sinergi pengembangan kopi dan wisata di Purbalingga biji kopi. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Festival Kopi Purbalingga diwacanakan perlu dilakukan sebagai langkah sinergi pengembangan kopi dan wisata di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Potensi kopi di Purbalingga telah lama berkembang khususnya di daerah utara seperti Karangreja dan Karangjambu yang dikenal sebagai sentra kopi.

Selain itu, di kecamatan Rembang potensi kopi cukup besar, di antaranya di Gunungwuled, Karangnangka, Panusupan, Makam, Gohong, Rembang Sumingkir, Rembang Karanganyar dan Wanogara. Apalagi, para petani juga sudah mulai membranding produk kopinya agar lebih dikenal luas oleh kalangan pecinta kopi.

Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan Festival Kopi Purbalingga dipandang strategis sebagai upaya mempromosikan kopi Purbalingga. Potensi kopi ini, tegasnya harus semakin didorong agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu caranya melalui inovasi pengembangan kopi yang disinergikan dengan potensi pariwisata.

"Minum kopi juga bisa menjadi pendukung wisata di kabupaten Purbalingga. Sejumlah destinasi juga sudah mengembangkannya seperti Owabong dan Golaga. Termasuk sejumlah desa wisata seperti yang ada di Rembang ini," katanya Senin (11/9) sore.

Salah satu barista asal Purbalingga yang berdialog dengan plt Bupati, Rintosa, mengatakan potensi kopi di wilayah kecamatan Rembang sudah lama berkembang. Para petani juga sudah mulai membranding produk kopinya agar lebih dikenal masyarakat pecinta kopi. Ia optimis Rembang bisa memberikan kontribusi karena memiliki banyak potensi kopi.

Sedang Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Purbalingga, Adi Purwanto menuturkan potensi kopi di kabupaten Purbalingga berkembang khususnya di daerah utara seperti Karangreja dan Karangjambu yang lama dikenal sebagai sentra kopi Purbalingga. Namun secara kualitas ia akui, masih perlu upaya peningkatan.

Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan peningkatan kualitas kopi. Artinya, kopi-kopi yang dulu dipetik campuran hijau dan merah, sekarang harus dipilah karena pecinta kopi sudah sangat peduli dengan kualitas kopi.

"Di Purbalingga sebenarnya memiliki kualitas kopi yang sangat khas seperti di Gunungmalang atau di Karangjambu. Bersama daerah lainnya, potensi ini terus kita kembangkan," katanya.

Adi juga menuturkan, pihaknya saat ini juga tengah mengembangkan wisata kopi. Tidak hanya menyeduh kopi, tetapi masyarakat dapat datang ke kebun kopi untuk berekreasi sekaligus melakukan aktivitas pemetikan hingga sampai hasil akhir proses penyeduhan.

"Itu akan kami kembangkan di Sirandu. Mudah-mudahan bulan depan sudah dapat kita launching dengan ikon produk kopi kendil yang cukup legendaris di daerah itu," jelasnya.

Saat ini, lanjut Adi Purwanto, produk kopi yang sudah masuk pasar kopi Purbalingga diantaranya kopi Gunungmalang, kopi Makam, kopi Panusupan, kopi Kejobong. Termasuk kopi Kendil Sirandu juga mulai masuk pasaran, termasuk kopi Gondang dan Karangjambu.

Upaya mempromosikan produk kopi Purbalingga juga mulai gencar dilakukan. Terakhir kali, saat acara Gelar Seni Budaya Kabupaten Purbalingga di Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, sejumlah barista lokal Purbalingga diikutsertakan mempromosikan potensi produk kopi Purbalingga. (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP