Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sindir Prabowo, Sekjen PDIP sebut pemimpin sebaiknya bicara prestasi

Sindir Prabowo, Sekjen PDIP sebut pemimpin sebaiknya bicara prestasi PDIP gelar try out SBMPTN. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membalas tudingan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang menyebut perekonomian Indonesia sudah keluar dari amanat UUD 1945. Hasto menyindir Prabowo agar berbicara sesuai prestasi dan capaian kinerja.

"Jadi sebaiknya pemimpin itu bicara berdasarkan prestasi ya," kata Hasto di Basement Seasons City, Jalan Prof. DR. Latumenten, Tambora, Jakarta, Minggu (29/4).

Hasto menyebut seorang pemimpin sebaiknya berbicara berdasarkan data dan fakta, bukan asal mengeluarkan pernyataan atas dasar ketidaksukaan.

"Menjadi pemimpin itu berbicara berdasarkan kinerja terhadap apa yang dilakukan, bukan berdasarkan kemudian melakukan upaya-upaya tanpa data tanpa fakta hanya karena rasa tidak suka," tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengajak Prabowo bersaing secara sehat melawan Joko Widodo di Pemilu Serentak 2019. Sejauh ini, kata Hasto, Jokowi telah menunjukkan gaya kepemimpinan milenial dengan menampilkan kinerja bukan hanya bicara.

"Mari kita berkompetisi secara sehat dengan menyampaikan prestasinya di hadapan rakyat," tandas Hasto.

Sebelumnya, Prabowo kembali mengingatkan bahwa Indonesia sudah ada di titik nadir dalam perekonomian negara. Menurut Prabowo, penyebabnya lantaran Indonesia sudah salah jalan dan tidak mengikuti panduan UUD 1945.

"Sudah bertahun-tahun kita memberi peringatan. Bahwa sistem ekonomi yang dijalankan oleh Republik Indonesia berada di jalan yang salah, kita meninggalkan UUD 1945, kita meninggalkan Pasal 33 Karena itulah kekuatan kekayaan Indonesia tidak ada di Indonesia," kata Prabowo.

"Karena itu, kita semua berada dalam keadaan rawan," tegas dia. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP