Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida

Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida

Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida

Dokter ahli dihadirkan sebagai saksi.

Sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Bekasi, Selasa (1/8).

Dalam sidang kali ini, jaksa penuntut umum menghadirkan tiga saksi ahli dan seorang anak kecil yang selamat dari kasus pembunuhan sadis ini.

Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida

Ketiga saksi ahli tersebut yakni Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Bantargebang Muhipah, Dokter Forensik RS Polri Kramatjati Arfiani Ika dan Dokter Forensik RS Polri Kramatjati Farah Primadani Kaurow.

Sidang kasus pembunuhan berantai ini juga dihadiri oleh tiga terdakwa yaitu Wowon Erawan alias Dukun Aki, Solihin alias Duloh dan Dede Solehuddin.

Sidang kasus pembunuhan berantai ini juga dihadiri oleh tiga terdakwa yaitu Wowon Erawan alias Dukun Aki, Solihin alias Duloh dan Dede Solehuddin.

Dua dari tiga dokter yang dihadirkan sebagai saksi ini melakukan autopsi terhadap jasad korban yakni Ai Maimunah (40) dan Ridwan Abdul Muis (23).

Sedangkan, seorang dokter lainnya menangani salah satu terdakwa yaitu Dede Solehuddin dan NR (5), korban selamat dari pembunuhan berantai ini.

Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida
Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida

"Saya hanya bertemu Dede dan anak kecil, yang tiga katanya sudah meninggal, saat itu Dede kondisinya kosong pandangannya, dia bilang cuma habis minum kopi saja," ucap Dokter RSUD Bantargebang, Muhipah, di hadapan majelis hakim.

Dari hasil pemeriksaan, Muhipah mencurigai saat itu Dede keracunan. Namun dia belum mengetahui jenis racunnya. Karena saat itu, Dede yang kini menjadi terdakwa sulit diajak bicara.

Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida

"Curiga ke arah keracunan tapi belum tahu keracunan apa, keesokan harinya bertemu Pak Dede kondisinya sadar cuma diam sulit untuk diajak bicara, dia bilangnya minum kopi jam 2 pagi, dia punya keluarga di Cianjur," ucap Dokter RSUD Bantargebang, Muhipah, di hadapan majelis hakim.

Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida
Dari hasil pemeriksaan, Muhipah mencurigai saat itu Dede keracunan. Namun dia belum mengetahui jenis racunnya. Karena saat itu, Dede yang kini menjadi terdakwa sulit diajak bicara.

Dari hasil pemeriksaan, Muhipah mencurigai saat itu Dede keracunan. Namun dia belum mengetahui jenis racunnya. Karena saat itu, Dede yang kini menjadi terdakwa sulit diajak bicara.

"Curiga ke arah keracunan tapi belum tahu keracunan apa, keesokan harinya bertemu Pak Dede kondisinya sadar cuma diam sulit untuk diajak bicara, dia bilangnya minum kopi jam 2 pagi, dia punya keluarga di Cianjur," katanya.

Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida

Sementara dari hasil autopsi jasad Ai Maimunah, dokter menemukan adanya kerusakan pada organ tubuh, mulai dari kerongkongan hingga usus halus. Dinding bagian dalam organ tubuh menghitam dan ditemukan senyawa pestisida atau racun untuk serangga dan hama.

"Rongga dada, perut, kepala dibuka, mengambil sampel, cairan lambung, usus dan beberapa organ, sampel kita serahkan ke penyeidik. Dari hasil autopsi dugaannya keracunan. Dari kerongkongan, saluran pencernaan sampai ke usus halus itu rusak, kehitaman warnanya," jelas Dokter Forensik RS Polri Kramatjati, Farah Primadani Kaurow.

Selain autopsi, lanjut Farah, pemeriksaan juga dilakukan pada bagian luar jasad Ai Maimunah. Hasilnya, tidak ditemukan tanda bekas kekerasan, namun seluruh jari tangannya berwarna kebiruan dan terdapat cairan keluar dari mulutnya. "Ai Maimunah dilakukan autopsi tanggal 13 Januari 2023 sekitar pukul 01.30 WIB dini hari, langsung kami lakukan pemeriksaan luar dan autopsi. Saat pemeriksaan luar tidak ada tanda kekerasan, hanya saja jari-jarinyanya kebiruan dan ada keluar cairan encer dari mulutnya. Diperkirakan sudah meninggal antara dua sampai 12 jam sebelum dilakukan pemeriksaan luar," katanya.

Begitu juga dengan jasad korban Ridwan Abdul Muis. Dokter yang melakukan autopsi menemukan tanda-tanda keracunan yang mirip pada jasad Ai Maimunah dan satu korban lainnya yaitu Muhamad Riswandi (17).

Begitu juga dengan jasad korban Ridwan Abdul Muis. Dokter yang melakukan autopsi menemukan tanda-tanda keracunan yang mirip pada jasad Ai Maimunah dan satu korban lainnya yaitu Muhamad Riswandi (17).

"Pemeriksaan luar, dari mulut keluar darah, ada luka di lipat siku, diperkirakan meninggal dua sampai 12 jam sebelum diautopsi. Pada pemeriksaan dalam, lambungnya cairannya hitam pekat, ada kandungan kafein dan senyawa pembasmi tikus," kata Dokter Forensik RS Polri Kramatjati, Arfiani Ika.

Sidang Pembunuhan Berantai Dukun Aki Cs, Terungkap Korban Alami Kerusakan Akibat Pestisida

Arfiani mengatakan, senyawa kimia pembasmi hama dan serangga yang ditemukan pada jasad korban memiliki efek gangguan pernapasan dan membuat tubuh menjadi lemas. "Efeknya senyawa pembasmi tikus menggganggu pernapasan dan lemas, kadar 0,5 persen saja sudah fatal masuk ke dalam tubuh," ucapnya. Jaksa penuntut umum, Komar Syarif Hidayat mengatakan, selain tiga dokter pihaknya juga menghadirkan NR, anak kandung Ai Maimunah. NR memberikan kesaksian didampingi pihak Kementerian Sosial.

"Ngomongnya pakai Bahasa Sunda, dia menggambarkan situasi, dia bilang minum kopi, ada yang muntah-muntah, ada yang meninggal, dia juga kenal sama Dede (terdakwa)," katanya. Sementara Sugijati, penasihat hukum terdakwa mengatakan, keterangan saksi di hadapan majelis hakim sudah sesuai dengan BAP. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan pembelaan terhadap ketiga terdakwa. "Kita tetap akan melakukan pembelaan, meskipun keputusannya ada di tangan hakim, kita berusaha untuk meringankan (hukuman terdakwa)," ucapnya.

Ini Hasil Autopsi Aldi Mahasiswa asal Tapanuli Utara yang Viral Tewas di Bali
Ini Hasil Autopsi Aldi Mahasiswa asal Tapanuli Utara yang Viral Tewas di Bali

Kematian mahasiswa asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Aldi Sahilatua Nababan (23) di kamar indekosnya disimpulkan akibat mati gantung.

Baca Selengkapnya
Hasil Autopsi Jenazah Wartawan di Jombang: Kepala Memar dan Dada Berlubang
Hasil Autopsi Jenazah Wartawan di Jombang: Kepala Memar dan Dada Berlubang

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di depan rumahnya, pada Kamis (14/9) malam.

Baca Selengkapnya
Ini Bukti Ilmiah Penyemprotan Air di Jalan untuk Tekan Polusi Udara Jakarta
Ini Bukti Ilmiah Penyemprotan Air di Jalan untuk Tekan Polusi Udara Jakarta

Dokter paru berharap pemerintah dapat menganalisis cara-cara yang benar untuk mengatasi polusi udara.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Barang Bukti Ditemukan di TKP Anak Perwira TNI Tewas Terbakar di Lanud Halim, Ada Pisau Sampai Tutup Botol
Barang Bukti Ditemukan di TKP Anak Perwira TNI Tewas Terbakar di Lanud Halim, Ada Pisau Sampai Tutup Botol

Polisi masih menyelidiki sederat barang bukti termasuk pisau dari lokasi jasad CHR ditemukan.

Baca Selengkapnya
Hasil Autopsi Anak Perwira TNI Tewas Terbakar di Lanud Halim: Ada Luka Bacok di Dada
Hasil Autopsi Anak Perwira TNI Tewas Terbakar di Lanud Halim: Ada Luka Bacok di Dada

Selain bacokan di dada, korban mengalami luka bakar hampir sekujur tubuh dengan persentase mencapai 91%.

Baca Selengkapnya
Terungkap Hasil Autopsi Mayat Dalam Karung di Kediri, Masih Hidup saat Dibuang
Terungkap Hasil Autopsi Mayat Dalam Karung di Kediri, Masih Hidup saat Dibuang

DL belum benar-benar meninggal saat dibungkus dalam karung dan dibuang di saluran irigasi Desa Bulupasar.

Baca Selengkapnya
Hasil Autopsi Imam Masykur Belum Keluar, TNI: Ada Patologi yang Memang Butuh Waktu
Hasil Autopsi Imam Masykur Belum Keluar, TNI: Ada Patologi yang Memang Butuh Waktu

Pomdam Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan tim autopsi untuk menjelaskan penyebab kematian pemuda asal Aceh yang diculik 3 anggota TNI.

Baca Selengkapnya
Geledah 7 Kantor Dinas dan RSUD Terkait Kasus Bupati Muna, KPK Sita Dokumen
Geledah 7 Kantor Dinas dan RSUD Terkait Kasus Bupati Muna, KPK Sita Dokumen

Dokumen yang diamankan penyidik KPK dari tempat penggeledahan sedang dianalisis.

Baca Selengkapnya
Hidup Miskin dan Sudah Yatim Sejak Kecil, Kini Sukses Jadi Dokter dan Punya Rumah Sakit Apung
Hidup Miskin dan Sudah Yatim Sejak Kecil, Kini Sukses Jadi Dokter dan Punya Rumah Sakit Apung

Ketika sempat merasakan bangku kuliah kedokteran, Lie mendapat perlakuan tidak menyenangkan karena pakaiannya lusuh.

Baca Selengkapnya