Sidang Etik Kematian Brigadir J, AKBP Raindra Ramadhan Disanksi Demosi 4 Tahun

Rabu, 28 September 2022 11:41 Reporter : Nur Habibie
Sidang Etik Kematian Brigadir J, AKBP Raindra Ramadhan Disanksi Demosi 4 Tahun ilustrasi pengadilan. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Eks Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Raindra Ramadhan Syah (RRS) selesai menjalani sidang etik terkait kematian Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Sidang digelar pada Selasa (27/9) kemarin.

Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, ketua sidang memutuskan AKBP Raindra dikenakan sanksi demosi selama empat tahun.

"Mendapat sanksi mutasi bersifat demosi selama 4 tahun semenjak dimutasikan ke Yanma Polri," kata Ramadhan, Rabu (28/9).

Sanksi yang diberikannya wujud ketidakprofesionalan yang bersangkutan melaksanakan tugas.

"Pasal yang dilanggar adalah Pasal 13 ayat 1 PP RI nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri juncto pasal 5 ayat 1 huruf C Pasal 6 Ayat 1 huruf d Pasal 11 ayat 1 huruf A tentang peraturan kepolisian negara RI nomor 7 tahun 2002 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Selain diberikan sanksi demosi, AKBP Raindra juga dikenakan sanksi etika. Karena perbuatan atau perilakunya itu dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Dia juga diwajibkan mengikuti pembinaan mental kepribadian, kejiwaan, keagamaan dan pengetahuan profesi selama selama bulan.

"Kemudian kewajiban pelanggar untuk meminta maaf secara lisan dihadapan sidang KKEP, dan secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan," ujarnya.

Dia juga dikenakan sanksi administratif yakni penempatan dalam tempat khusus selama 29 hari dari 12 Agustus sampai 10 September 2022 di ruang Patsus Div Propam Polri.

"Penempatan dalam tempat khusus tersebut telah dijalani oleh pelanggar. Atas putusan tersebut pelanggar menyatakan tidak banding," tutupnya.

Sebelumnya, Polri kembali menggelar sidang kode etik terkait perkara kematian Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Kali ini, anggota Polri yang menjalani sidang etik yakni eks Kasubdit 1 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Raindra Ramadhan Syah (RRS).

"Untuk agenda sidang KKEP hari ini adalah sidang KKEP dengan terduga pelanggar AKBP RRS, dilaksanakan pada hari ini selasa, 27 September 2022 pukul 10.00 Wib di ruang sidang Divpropam Polri gedung TNCC lantai 1 Mabes Polri," kata Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Nurul Azizah kepada wartawan, Selasa (27/9).

Ia menyebut, untuk sidang hari ini diketuai oleh Kombes Rahmat Pamuji, Kombes Satius Ginting selaku Wakil Ketua Komisi sidang dam Kombes Pitra Andreas Ratulangi selaku anggota komisi sidang.

"Saksi-saksi dalam persidangan sebanyak 5 orang yaitu AKBP JRS, AKBP HZ, AKBP HSH, Kompol DKZ, dan AKP BV," sebutnya.

"Adapun wujud perbuatan adalah ketidakprofesionalan dalam melaksanakan tugas," tambahnya.

Lalu, untuk Pasal yang disangkakannya yakni Pasal 13 ayat 1 PP nomor 1 th 2003 tentang pemberhentian anggota Polri juncto pasal 5 ayat 1 huruf C dan atau pasal 6 ayat 1 huruf d dan atau pasal 11 ayat 1 huruf A perpol nomor 7 tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Diketahui, Polri telah menetapkan lima orang tersangka atas kasus tewasnya Brigadir J alias Nofryansyah Yoshua Hutabarat. Kelima orang itu yakni Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, Kuwat Maruf dan Putri Candrawathi.

Baca juga:
Jadi Pengacara Istri Sambo, Eks Jubir KPK Febri Diansyah: Ini Ujian Bagi Saya
Eks Penyidik KPK Rasamala Aritonang Jadi Pengacara Ferdy Sambo, Ini Alasannya
Eks Jubir KPK Febri Diansyah jadi Pengacara Putri Candrawathi
LPSK Ungkap Mafia Hukum yang Menghalangi Penyidikan Kasus Brigadir J
Banding Ferdy Sambo Ditolak, Muhammadiyah: Momentum untuk Perbaiki Citra Polri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini