Sidang Bupati Non Aktif Bengkalis, Sekretaris Golkar Riau Disebut Terima Rp100 Juta

Kamis, 2 Juli 2020 20:39 Reporter : Abdullah Sani
Sidang Bupati Non Aktif Bengkalis, Sekretaris Golkar Riau Disebut Terima Rp100 Juta Suasana sidang Bupati Bengkalis. ©2020 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Eks Ketua DPRD Bengkalis periode 2009-2014 Jamal Abdillah menyebutkan, setiap pimpinan dan anggota legislator mendapatkan jatah uang ketok palu. Untuk pimpinan mendapat Rp100 juta, sedangkan anggota DPRD Bengkalis masing-masing Rp50 juta.

Saat itu, Indra Gunawan Eet menjabat Wakil Ketua DPRD Bengkalis dari partai Golkar. Kini Eet menjabat Ketua DPRD Riau sekaligus Sekretaris DPD Golkar Provinsi Riau.

Hal itu disampaikan Jamal saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru untuk perkara dugaan korupsi gratifikasi Bupati non aktif Bengkalis Amril Mukminin, Kamis (2/7).

Dari balik tahanan, keterangan Jamal yang disampaikan secara virtual itu mengejutkan majelis hakim yang dipimpin Lilin Herlina dan seluruh pengunjung sidang. Uang ketok palu sebenarnya telah menjadi kesaksian hangat sejak sidang dimulai dari pagi.

Mulai dari saksi pertama Firza Firdhauli dan saksi kedua Abdurahman Atan yang hadir langsung ke persidangan menceritakan hal itu. Dia sebagai anggota DPRD juga mengakui mendapat uang Rp50 juta itu. Bahkan Firza juga menyerahkan jatah Indra Gunawan dalam kantong plastik hitam.

Sementara Jamal blak-blakan menyebut uang yang diterima pimpinan DPRD Bengkalis sebesar Rp100 juta. Dia mendapat giliran bersaksi ketiga pun semakin memperjelas tradisi uang ketok palu itu.

Jamal mengatakan pada tahun 2012 saat pembahasan RAPBD dan proyek multiyears setidaknya ada Rp2 miliar uang ketok palu yang disiapkan untuk pimpinan dan anggota dewan. Nominal yang diterima berbeda-beda.

Misalnya untuk pimpinan seperti dia dan Indra Gunawan alias Eet yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Riau serta ketua komisi mendapat jatah Rp100 juta. Sementara anggota biasa bervariasi mulai Rp30 hingga Rp50 juta.

"Ada tradisi semacam uang saguhati. Saya tahu waktu ketua. Karena posisi saya harus ambil keputusan cepat, saya ambil dan ikuti prosedurnya. Ini sudah kebiasaan kita, saya sampaikan ke Herliyan (Herliyan Saleh, mantan Bupati Bengkalis periode 2010-2015)," kata Jamal.

Kemudian, dia mengatakan Pemkab Bengkalis menganggarkan Rp2 miliar untuk seluruh anggota DPRD Bengkalis. "Dana Rp2 miliar, untuk ketok palu. Untuk semua anggota, pimpinan dan semua anggota. Masing-masing pimpinan Rp100 juta, terus anggota beda-beda. Seingat saya semua anggota dapat. Rata-rata Rp50-an juta," ujarnya.

Dia juga mengatakan uang itu ada yang diberikan langsung dan ada yang melalui tangan kanannya, Syahrul Ramadhan.

Dalam perkara ini, Amril Mukminin didakwa JPU KPK dalam perkara dugaan gratifikasi. Jumlahnya beragam. Ada yang Rp5,2 miliar hingga Rp23,6 miliar lebih.

Uang Rp5,2 miliar, berasal dari PT Citra Gading Asritama (CGA) dalam proyek pembangunan Jalan Duri–Sungai Pakning. Sedangkan uang Rp23,6 miliar lebih itu berasal dari dua pengusaha sawit. Ada yang dalam bentuk tunai, maupun transfer.

Atas perbuatannya, Amril dijerat dalam Pasal 12 huruf a, Pasal 11, dan Pasal 12B ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini