Sidak ke Karawang, Disperindag Jabar Temukan Gudang Berisi Timbunan 150 Ton Bawang

Rabu, 12 Februari 2020 18:57 Reporter : Aksara Bebey
Sidak ke Karawang, Disperindag Jabar Temukan Gudang Berisi Timbunan 150 Ton Bawang Gudang penyimpanan bawang putih impor di Karawang. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar menemukan perusahaan yang diduga melakukan penimbunan bawang putih impor ratusan ton. Ini merupakan salah satu tindak lanjut pencarian penyebab kekurangan stok bawang putih di pasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Moh. Arifin Soendjayana mengatakan temuan itu berhasil diungkap hasil kerja sama dengan Satgas Pangan Polda Jabar yang dipimpin AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat.

Penelusuran praktik penimbunan bawang dilakukan dengan cara inspeksi mendadak ke gudang milik PT SPS di Karawang Timur. Perusahaan tersebut memiliki kuota impor bawang putih sebanyak 720 ton untuk didistribusikan ke berbagai wilayah.

Dalam hasil sidak diketahui pihak distributor tidak sepenuhnya menyalurkan stok sejak bulan november 2019. "Total (kuota impor) 720 ton untuk pasokan di Jawa Barat 90 persen atau sebanyak 648 ton. Lalu 72 ton ke Lampung. Harusnya ini bawang sudah keluar November," kata Arifin saat dihubungi, Rabu (12/2).

"Kami sidak langsung ke lokasi gudang bawang putih ada banyak mungkin sekitar 150 ton (yang belum didistribusikan)," ia melanjutkan.

Tindak lanjut hukum temuan dugaan penimbunan ini akan diserahkan kepada Polda Jabar. Pihak importir yang diketahui berada di Surabaya itu rencananya akan dipanggil dimintai keterangan pekan ini.

"Soal indikasi penimbunan kita serahkan ke Polda Jabar, ada mekanisme hukum. Ini menjadi catatan tersendiri untuk importir atau pedagang besar agar tidak melakukan penimbunan bawang putih," katanya.

Arifin menjelaskan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memintanya untuk segera mengatasi kelangkaan bawang putih di pasaran. Dengan temuan ini, penyebab kelangkaan bukan hanya karena pembatasan impor bawang putih dari China setelah adanya isu virus corona.

Hasil laporan Satgas Pangan di tingkat pusat, pekan ini harga bawang putih di sejumlah daerah terpantau masih tinggi meski sudah mengalami penurunan 17 persen. Disperindag pun sudah mengoptimalkan pasokan bawang putih dari sejumlah sentra di wilayah Indramayu, Garut dan Tasikmalaya.

Ini menjadi bagian dari solusi karena Badan Urusan Logistik (Bulog) pun tidak bisa menyediakan bawang putih untuk stok pasar. "Satu-satunya impor pangan dari Cina ke Jawa Barat cuma bawang putih," lanjutnya.

Di lain pihak, kecurigaan adanya spekulan dengan cara menimbun komoditas bawang putih dikemukakan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah.

Sebelumnya, ia sudah melakukan pengecekan ke enam pasar tradisional. Hasilnya, harga bawang putih naik hingga 100 persen dari Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu per kilogram dalam sepekan ini.

Pasokan bawang putih di pasar tradisional hanya bisa memenuhi untuk dua bulan mendatang. "(Kenaikan harga bawang putih) ini di luar kewajaran, kita monitor setiap Kamis ke lapangan ke pasar tradisional dan modern, kita ada keanehan, kenapa dalam satu minggu naiknya tinggi," ungkapnya.

"Padahal impor (bawang putih) dari China masih berjalan. Harusnya (stok) bawang putih tidak perlu dikhawatirkan," jelas dia. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini