Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Siapa bilang umat Budha di Indonesia tak bersuara untuk Rohingya

Siapa bilang umat Budha di Indonesia tak bersuara untuk Rohingya Pemuka agama Buddha di Medan bakar foto Ashin Wirathu. ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Solidaritas untuk Muslim Rohingya yang ditindas oleh junta militer Myanmar terus berdatangan. Tak cuma dari komunitas Muslim di Tanah Air, Para penganut Budha pun terus menyuarakan suara mereka untuk melawan kekerasan militer Myanmar pada etnis Rohingya.

Aksi ini digelar di beberapa wilayah. Bukti Umat Budha Indonesia pun tak setuju dengan apa yang dibuat dengan kelompok ekstrim di Myanmar.

"Myanmar tidak layak disebut sebagai Negara Buddhis. Karena dalam agama Buddha dan agama apapun kekerasan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, dan sangat bertentangan dengan ajaran Buddha," kata Ketua Yayasan Vihara Dharma Bhakti Banda Aceh, Yuswar, di Banda Aceh, Senin (4/9).

aksi simpati untuk rohingya

Yuswar bahkan dengan nada tinggi menyebutkan, apa yang dilakukan oleh junta militer Myanmar perbuatan pengecut. Karena mereka hanya berani dengan perempuan dan sipil yang tidak memiliki senjata.

Dia mengajak seluruh umat Buddha di Aceh untuk secara bersama-sama terlibat aktif mengecam aksi genosida tersebut. Termasuk melakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan beban penderitaan yang sedang dihadapi oleh etnis Rohingya di Myanmar.

Sementara itu Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Sumatera Utara, Edi Sujono Setiawan menggelar aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya di Medan. Edi bahkan membakar foto Ashin Wirathu sebagai bentuk protes atas tindakan tak berperikemanusiaan di Rakhine.

Edi juga menyebut Ashin Wirathu bukan bagian dari umat Buddha. "Ashin Wirathu bukan bagian dari umat Buddha. Dalam ajaran Buddha diajarkan untuk saling mengasihi," kata Edi Sujono dari atas mobil komando unjuk rasa yang berlangsung di depan Vihara Borobudur, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (9/8).

pemuka agama buddha di medan bakar foto ashin wirathu

Menurut Edi, umat Buddha di Sumatera Utara turut bersedih dan prihatin dengan kekerasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar. Dia pun menerima tuntutan dari seribuan massa Solidaritas Ormas Islam untuk Umat Tertindas (Somasi Umat) yang berunjuk rasa dan berjanji menyampaikannya kepada kolega mereka di Myanmar.

"Kami menerima tuntutan dan akan kami sampaikan kepada pihak terkait (biksu di Myanmar). Ini persoalan kemanusiaan. Kami juga akan melakukan hal lain yang efektif," katanya.

Sementara di media sosial banyak postingan bernada provokasi yang menyebut Umat Budha Indonesia tak bersuara untuk Myanmar. Padahal aksi solidaritas untuk Muslim Rohingya terus digelar di beberapa kota lain.

umat budha galang dana untuk rohingya

Majelis Ulama Indonesia Kota Jambi, meminta masyarakat Muslim tidak mudah terprovokasi, dan jangan memusuhi umat Buddha terkait kasus kekerasan pasukan keamanan Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya.

"Kami minta masyarakat supaya tidak mudah terpengaruh dan jangan bertindak yang menyalahi aturan, karena Islam tidak mengajarkan permusuhan," kata Ketua MUI Kota Jambi Tarmizi Sibawaihi.

Menurutnya, peristiwa yang menimpa kelompok minoritas etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, menjadi pelajaran bagi seluruh umat beragama bahwa tidak boleh ada penindasan dan kezaliman, yang ada harus persaudaraan. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP