Setneg Tegaskan 2 Menteri Melawat ke Luar Negeri Sudah Dapat Izin Presiden

Selasa, 20 Juli 2021 16:15 Reporter : Supriatin
Setneg Tegaskan 2 Menteri Melawat ke Luar Negeri Sudah Dapat Izin Presiden Pertemuan Menteri Investasi dan World Bank. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama, menegaskan dua menteri yang melawat ke luar negeri di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah mendapat izin dari Presiden Joko Widodo. Dua menteri tersebut yakni Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Izin diberikan Kepala Negara sebelum mengeluarkan kebijakan seluruh menteri atau pun kepala lembaga tidak bepergian ke luar negeri jika tak ada hal yang bersifat khusus. Pengecualian hanya untuk Menteri Luar Negeri.

"Sudah izin Presiden, beliau (dua menteri) mendapat izin sebelum kebijakan tersebut dikeluarkan," kata Setya kepada merdeka.com, Selasa (20/7).

Setya menjelaskan, dua menteri yang melakukan kunjungan ke luar negeri dalam rangka mengurus keperluan perdagangan dan investasi.

"Kedua menteri ke luar negeri melaksanakan dinas karena ada keperluan penting terkait perdagangan dan investasi," ujarnya.

Jokowi Marah Menteri ke Luar Negeri

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi marah mendengar dua menterinya melawat ke luar negeri saat kebijakan PPKM Darurat diberlakukan. Kekecewaan itu disampaikan saat rapat terbatas akhir pekan lalu, Jumat (16/7).

"Jokowi marah saat ratas tadi. Karena ada dua menteri yang ke luar negeri. Ya dua menteri itu," ujar sumber merdeka.com dari balik tembok istana, Jumat (16/7).

Dua menteri Kabinet Indonesia Maju melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Pada Selasa 13 Juli 2021, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bertemu dengan Ambassador United State Trade Representative (USTR), Katherine Tai di Washington D.C. Dilanjutkan pertemuan dengan Bank Dunia di Washington DC di hari yang sama.

Delegasi Indonesia Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan Mendag Muhammad Lutfi berdiskusi langsung dengan Mari Elka Pangestu selaku Managing Director Development Policy and Partnership World Bank, Vice President for East Asia and the Pacific Victoria Kwakwa, dan Satu Kahkonen (Country Director for Indonesia and Timor Leste).

Luthfi dan Bahlil berada di AS selama sembilan hari. Terhitung 9-18 Juli 2021. Misi keduanya dikabarkan berhasil membawa pulang investasi USD350 juta atau setara Rp5,068 triliun.

Pihak Kementerian Pastikan Sudah Meminta Izin

Baik Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Investasi mengaku sudah menjalankan prosedur yang berlaku untuk perjalanan dinas luar negeri.

"Pejabat yang melakukan dinas ke daerah, apalagi ke LN itu ada prosedurnya perizinannya dan wajib diikuti," ungkap Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono kepada merdeka.com, semalam.

Staf Khusus Menteri Investasi/Kepala BKPM Bidang Hubungan dengan Daerah sekaligus Juru Bicara BKPM, Tina Talisa juga memastikan kunjungan Menteri Bahlil Lahadila ke Amerika Serikat sudah mendapatkan restu atau izin dari Presiden Joko Widodo.

"Setiap kunjungan kerja Bapak Menteri Investasi ke luar negeri selalu memohon arahan dari Bapak Presiden dan setiap kunjungan kerja yang dilakukan selalu atas sepengetahuan dan seizin Bapak Presiden, termasuk kunjungan ke Amerika Serikat," kata Tina saat dikonfirmasi merdeka.com. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini