Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Seorang Warga Korban Gempa Bumi M 7,4 Selayar Meninggal Dunia

Seorang Warga Korban Gempa Bumi M 7,4 Selayar Meninggal Dunia Kerusakan Bangunan di Kabupaten Kepulauan Selayar. ©2021 BNPB

Merdeka.com - Seorang warga korban gempa bumi magnitudo 7,4 di Kepulauan Selayar meninggal dunia. Sebelum meninggal, dia menjalani perawatan intensif selama delapan hari di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kyai Haji Hayyung.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menjelaskan, korban merupakan warga Dusun One Satonda Timur, Desa Pulo Madu Kecamatan Pasilambena, Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Setelah dinyatakan meninggal, korban kemudian dimakamkan di TPU Bonea,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (23/12).

Gempa bumi magnitudo 7,4 mengguncang Kepulauan Selayar pada Selasa (14/12). Saat itu, korban berusia 65 tahun ini ditemukan dalam kondisi luka di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Korban sempat dievakuasi ke tempat pengungsian darurat. Namun, karena kondisi korban terluka cukup parah, maka dievakuasi menggunakan kapal motor jolloro KM Fajar menuju ke RSUD KH. Hayyung yang berada di Ibu Kota Selayar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Selayar melaporkan dua kecamatan paling terdampak gempa bumi magnitudo 7,4. Dua kecamatan itu yakni Kecamatan Pasimarannu dan Kecamatan Pasilambena.

Di Kecamatan Passimarannu, sebanyak 203 rumah rusak berat, 565 rumah rusak ringan, 12 bangunan pemerintah rusak, dan 60 warga luka berat. Sementara itu, masih ada sebanyak 10.188 orang yang mengungsi di 43 titik pengungsian.

Sedangkan di Kecamatan Pasilambena ada sebanyak 154 rumah rusak berat, 235 rumah rusak ringan dan 12 bangunan pemerintah rusak. Kemudian 59 warga luka berat, dan 54 warga luka ringan. Selanjutnya, ada 6.405 warga yang masih mengungsi di 61 titik pengungsian.

Sebagian besar warga memilih mengungsi karena masih trauma dengan peristiwa gempa bumi diikuti tsunami pada 1992 yang menewaskan 2.500 jiwa. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemkab Kabupaten Selayar telah menerjunkan tim trauma healing untuk mendampingi para warga yang masih mengalami trauma di titik lokasi pengungsian.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP