Seorang Tahanan Kasus Narkoba di Surabaya Tewas, Ada Luka Lebam dan Keluar Darah
Merdeka.com - Seorang tahanan kasus narkoba di Polres Tanjung Perak Surabaya bernama Abdul Kadir, diduga tewas secara tidak wajar. Kematian tahanan kasus sabu ini mengejutkan pihak keluarga, lantaran menemukan beberapa luka tidak wajar pada tubuh korban.
Istri korban, Sitiyah mengatakan, kabar kematian warga Kapas Madya tersebut ia dapat dari salah seorang anggota Satreskoba Polres Tanjung Perak pada Jumat (28/4).
"Pertama dapat kabar bahwa suami saya sedang kritis, kemudian dikabarkan telah meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit," ungkap Siti usai melaporkan kejadian tersebut di Gedung Bid Propam Polda Jawa Timur.
Dari laporan yang dia terima dari aparat, bahwa sang suami dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit asma. Namun, pihak keluarga tidak langsung percaya dan membuka kafan korban saat tiba di rumah duka.
Jenazah dibuka karena keluarga tahu bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit asma dan tidak sedang mengalami sakit. Setelah dibuka, didapati sejumlah bukti lebam dan bekas luka yang diakibatkan benda tumpul.
"Luka di kepala berdarah, di belakang juga tiga, yang lebam-lebam ada di sini (menunjuk rusuk bagian samping kanan), di sini (menunjuk lengan atas kanan), lalu di sini (menunjuk lengan atas sisi kiri) ada luka lama ada luka baru juga. Kayaknya disiksa," ungkap Siti.
Hanya saja, ia tidak bisa memastikan berapa banyak luka. Namun, ia memastikan ada dua titik yang mengeluarkan darah segar di kepala bagian atas. "Itu bukan karena peluru tapi kayak benda tumpul," ujarnya.
Karena itu, ia berharap agar Polda Jatim bisa mengungkap kasus ini seterang mungkin. "Kalau memang terbukti aku mau dipecat aja biar tidak ada korban-korban yang kayak begini lagi," pungkasnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum Korban Taufiq mengatakan, telah melaporkan tindakan tersebut ke Bid Propam Polda Jatim untuk segera diselidiki.
"Kami melakukan pelaporan adanya pelanggaran etik dan disiplin. Dan kami lanjutkan laporan pidananya. Kami terima kasih Kabid Propam langsung datang menemui kami, dan memerintahkan paminal untuk turun. Kapolres Tanjung Perak juga mengawal autopsi di RS Bhayangkara," pungkasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya