Seorang siswi SMP di Wonogiri meninggal saat upacara Hari Pahlawan
Merdeka.com - Hilda Firdaus (15), siswi kelas VIII SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Pracimantoro, Wonogiri meninggal dunia saat mengikuti upacara Hari Pahlawan, Jumat (10/11) kemarin. Saat upacara berlangsung tiba-tiba dia terjatuh dan pingsan.
Meski sempat mendapat pertolongan pertama dari tim medis, nyawanya tetap tidak tertolong. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah PK Pracimantoro, Kusaini mengatakan, siswi tersebut pingsan saat upacara baru berlangsung beberapa menit. Kemudian langsung dibawa ke posko kesehatan dan diteruskan ke klinik rawat inap tidak jauh dari lokasi upacara.
"Petugas medis sempat memberi cardio pulmonary resusication (CPR) untuk mengembalikan fungsi jantung saat perjalanan menuju klinik. Namun nyawanya tidak tertolong," ujar dia.
Menurutnya, siswi yang dikenal ramah itu meninggal dunia beberapa saat setelah masuk ruang perawatan. Kusaini menjelaskan, sebelum upacara, dia mengeluh pusing dan nyeri di kepala. Bahkan beberapa kawannya sempat keluar dari barisan untuk istirahat. Namun, Hilda menolak dan tetap mengikuti upacara.
"Kata keluarganya, sebelum berangkat sekolah dia itu sudah mengeluh sakit diare. Kakeknya sudah melarang sekolah, tapi karena semangatnya dia nekat pergi mengikuti upacara itu," jelasnya.
Hilda merupakan anak pertama pasangan Suyono dan Suprianti, warga Desa Jimbar, Pracimantoro, Wonogiri. Menurut ayah Hilda, Suyono, pagi sebelum berangkat Hilda mengeluhkan badannya tidak sehat. Dia bakan sempat minum obat untuk menghilangkan rasa pusing.
"Tadi sudah melarang dia ke sekolah, karena wajahnya pucat, tapi tetap nekat berangkat," jelas dia.
Sementara itu di tempat berbeda, upacara peringatan Hari Pahlawan yang berlangsung di Alun-alun Giri Krida Bakti, Kabupaten Wonogiri, sempat terhenti. Seorang petugas pengibar bendera, Aji Setyawan, pingsan dan terjatuh di tengah jalannya upacara. Sehingga petugas medis harus masuk ke lapangan untuk menyelamatkan Aji.
Selain Aji, upacara puluhan peserta upacara lainnya juga pingsan. Petugas medis dari Palang Merah Indonesia (PMI) pun sempat kewalahan membawa mereka keluar dari barisan.
"Mereka ini rata-rata belum sarapan, dan kondisi kesehatan tidak fit. Ada sekitar 20 orang yang pingsan, tapi hanya beberapa orang yang dibawa ke rumah sakit. Sekarang sudah pulih dan pulang semua," ucap Kepala Markas PMI Wonogiri, Warjo.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya