Seorang Dokter di Surabaya Meninggal akibat Covid-19
Merdeka.com - Dokter Miftah Fawzy Sarengat yang menjadi peserta program pendidikan dokter spesialis Universitas Airlangga Surabaya, dan sedang menjalani rangkaian pendidikan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya meninggal dunia akibat Covid-19, Rabu (10/5).
Ketua Ikatan Dokter Indonesia Surabaya Brahmana Askandar pada upacara penghormatan dan prosesi pelepasan di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya mengatakan, Miftah merupakan dokter ketiga di Surabaya yang gugur dalam perang melawan Covid-19.
"Dokter Miftah merupakan dokter ketiga yang gugur di Surabaya. Kami harap mudah-mudahan ini terakhir. Perjuangan Beliau harus kami lanjutkan karena belum selesai, mudah mudahan Covid-19 segera berakhir," katanya. Dikutip dari Antara.
Dia tidak menjelaskan secara terperinci mengenai bagaimana dr. Miftah bisa tertular virus corona penyebab Covid-19, karena proses pelacakan kasus sampai sekarang masih berjalan.
Dia mengemukakan pentingnya mengevaluasi kembali dan memperbaiki tata laksana pencegahan penularan COVID-19 di kalangan dokter dan tenaga medis.
"Kami terus melakukan evaluasi dan memperbarui alat pelindung diri (APD), prosedur-prosedur kami perbaiki dan diperketat, agar kejadian serupa tidak terulang lagi," katanya.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Prof Soetojo saat memimpin prosesi pelepasan jenazah menuturkan, bahwa Dokter Miftah adalah dokter pembelajar dan pekerja keras.
"Kami merasa kehilangan sekali, karena Dokter Miftah merupakan dokter rajin, pekerja keras, bahkan calon dokter terbaik kami," katanya.
"Memang Beliaunya tidak menyerah dalam mengobati pasien Covid-19, tapi Tuhan berkehendak lain. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya dan diampuni semua dosanya," ia menambahkan.
Ia mengatakan bahwa risiko dokter tertular virus sangat tinggi pada masa pandemi, oleh karena itu universitas memberikan penghormatan kepada Dokter Miftah atas perjuangannya mendukung upaya penanggulangan Covid-19.
"Meskipun di saat belajar, Dokter Miftah tidak gentar melakukan tugasnya mengobati pasien Covid-19. Oleh karenanya Beliau menjadi representasi perjuangan dokter yang ikhlas dan berdedikasi dalam penanggulangan Covid-19," katanya.
Istri Positif Corona dan Sedang Dirawat
Istri almarhum dr Miftah Fawy Sarengat juga seorang dokter di rumah sakit swasta. Sang istri positif Covid-19 dan sedang menjalani perawatan.
"Saya tidak tahu mekanismenya, dia dapat infeksi dari mana, bisa saja saat praktik, bisa di RSUD dr Soetomo, bisa di tempat kerjanya, atau bisa juga berpapasan dengan Orang Tanpa Gejala. Yang jelas istrinya juga positif, mudah-mudahan diberi keselamatan,” ujar Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya, yang juga menjabat sebagai ketua Gugus Kuratif COVID-19 Jatim, Joni Wahyuhadi.
Joni sedih atas meninggalnya dokter Miftah Fawzy Sarengat akibat virus Corona Covid-19 serta penyakit penyerta obesitas.
Joni sempat terdiam sejenak beberapa detik, meneteskan air mata dan menghela napas panjang. Dokter Miftah merupakan salah satu murid terbaiknya dan bekerja dengan sepenuh hati.
Sejak awal sakit pada 27 Mei lalu, dokter Miftah Fawzy Sarengat masih menjalankan praktik dan sudah diminta untuk tidak bertugas di ruang isolasi karena memiliki obesitas, tetapi tetap mendedikasikan hidupnya untuk memberikan pelayanan.
"Dia murid saya. Saya nangis kalau ditanya itu. Pada 27 Mei kemarin itu dia sakit. Dia punya obesitas. Tapi dia tetap bertugas jaga dan praktik. Ada gejala, yakni panas dan batuk. Dirapid negatif dan diswab juga negatif," kata dia.
"Dia dirawat di salah satu RS Swasta. Kemudian, dirujuk ke RSU dr Soetomo sudah pakai ventilator. Kami juga sudah melakukan plasma convalescent untuk pengobatannya, namun kondisinya sudah berat, penyakit penyerta atau komorbid juga berat. Kami mohon maaf tidak bisa menolongnya," ucap Joni sambil terbata-bata.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya