Sensasi Berendam Air Panas Dikelilingi Hutan Mangrove di Berau

Rabu, 6 November 2019 23:27 Reporter : Saud Rosadi
Sensasi Berendam Air Panas Dikelilingi Hutan Mangrove di Berau Wisata air panas Bapinang Berau. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Selain masih memiliki banyak kawasan hutan, pantai dan air terjun, Kabupaten Berau di Kalimantan Timur juga punya wisata air panas yang unik. Namanya wisata air panas Bapinang, di kecamatan Biatan.

Lokasinya berjarak sekitar 119 kilometer dari Tanjung Redeb, Berau, dengan jarak tempuh sekitar 3 jam di jalan poros Tanjung Redeb menuju Biduk-Biduk.

Menuju kolam air panas, masuk sekitar 2,5 km dari jalan poros. Suasananya cukup sepi dari lalu lalang kendaraan roda dua maupun roda empat. Sisi kiri dan kanan ada beberapa rumah warga.

Tiba di lokasi wisata, kolam berisi air panas dikelilingi hutan mangrove, tidaklah begitu besar. Tidak ada aroma belerang menyeruak dari kolam. Di beningnya air hanya terlihat batu karts.

Belum diketahui pasti, sebab air itu mengeluarkan hawa panas. Bagi warga setempat, air panas itu dikenal berkhasiat menyembuhkan penyakit kulit, sekaligus terapi badan terus bugar.

Pertama kali merendamkan kaki di kolam air panas itu, bakal terkejut dengan suhu airnya yang terasa begitu panas.

Tapi lama kelamaan semakin nyaman. Bahkan berendam hingga 20 menit lamanya, membuat keringat bercucuran. Sekali lagi, tidak ada aroma belerang dari kolam air panas itu, layaknya kolam air panas lainnya.

"Memang, belum tahu itu panas karena apa. Kalau di Samosir, banyak kolam air panas. Tapi tidak ada seperti ini," kata Pieter Nadeak (51), warga Medan yang kini bermukim di Kecamatan Tubaan, Rabu (6/11).

Pieter menerangkan, dia bersama istrinya, 2-3 kali dalam sepekan, berendam di kolam air panas itu untuk terapi. "Setelah pensiun kerja, saya tinggal di Tubaan dengan istri. Karena sering dengar cerita warga, makanya saya jadi sering ke sini," ujar Pieter.

Namun demikian, Pieter menilai Kalimantan Timur memiliki banyak potensi wisata yang bisa terus dikembangkan. "Kolam air ini masih bisa dikelola, dikembangkan lebih baik. Apalagi Kaltim jadi ibu kota negara baru. Pasti perlu banyak tempat wisata untuk berlibur," tutup Pieter. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini