Sempat Terhambat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Kamis, 14 Oktober 2021 23:02 Reporter : Aksara Bebey
Sempat Terhambat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut Progres Pembangunan Kereta Cepat. ©2021 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dipercepat setelah sempat terhambat akibat pandemi Covid-19. Progres proyek yang ditargetkan bisa selesai pada akhir tahun 2022 itu sudah mencapai 79 persen.

Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia–China (KCIC) Mirza Soraya menyatakan, pihak perusahaan bersama konsorsium kontraktor fokus melakukan percepatan pembangunan di 237 titik konstruksi.

"Pandemi memberikan dampak pada progres pembangunan KCJB. Sekarang fokus kami adalah melakukan percepatan pembangunan," ujar dia melalui siaran pers yang diterima, Kamis (14/10).

Beberapa titik konstruksi yang menjadi prioritas antara lain penyelesaian pengeboran tiga tunnel yang tersisa dari 13 tunnel di sepanjang jalur KCJB.

Tiga titik itu yakni tunnel 2 sepanjang 1.040 meter di Jatiluhur, Purwakarta; tunnel 4 sepanjang 1.315 meter di Plered, Purwakarta; dan tunnel 6 sepanjang 4.478 meter di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

Penyelesaian erection girder untuk konstruksi elevated track ikut dipercepat, terutama yang berlokasi di Batununggal, Kota Bandung. Termasuk pula penyelesaian subgrade nomer 18, 19 dan 20 di perbatasan antara Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta. Di luar dari konstruksi jalur, pembangunan stasiun untuk penumpang di Halim, Karawang, dan Tegalluar juga masuk dalam prioritas percepatan.

Sementara itu, kereta atau Electric Multiple Unit (EMU) yang akan digunakan masih dalam tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang yang berada di Qingdao, Tiongkok.

Berkaitan dengan teknis operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Mirza menyebut sedang melakukan pembahasan dan harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan.

"Kami pun melakukan pelatihan SDM (sumber daya manusia) hingga pembuatan SOP sebagai bagian dari persiapan Operation Maintenance Readiness," terang Mirza.

Seperti yang diketahui, pada fase pertama operasi yang ditargetkan di akhir 2022, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menempuh trase sepanjang 142,3 kilometer. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan melintasi 9 kota dan kabupaten di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.

Stasiun keberangkatan sekaligus kedatangan kereta cepat berada di wilayah Jakarta, yakni melalui Stasiun Halim, kemudian melintasi Stasiun Karawang, Stasiun Hub Padalarang dan berakhir di Stasiun Tegalluar. Depo di Tegalluar ini juga menjadi pusat perawatan dan pemeriksaan EMU, kereta berjenis CR400AF yang memiliki kecepatan maksimum hingga 400 km/jam. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini