Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sempat gagal, uji navigasi di Bandara Kertajati akhirnya berhasil

Sempat gagal, uji navigasi di Bandara Kertajati akhirnya berhasil Uji coba penerbangan di Bandara Kertajati. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah sempat gagal karena hewan ternak yang lalu lalang di landasan pacu, pelaksanaan Instrument Flight Procedure Validation (IFPV) berlangsung di Bandara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka sukses.

Uji coba tersebut menggunakan pesawat Beechcraft Super King Air 350, berhasil mendarat setelah terbang dari Bandara Husein Sastranegara Bandung dengan waktu penerbangan 20 menit.

Penerbangan ini dilakukan oleh Pilot In Command Capt Sri Mulyanto, First Officer Khairuna Fauzi, Flight Inspector I (PO) Dian Yusuf Aminudin, Flight Officer II (TO) Wahyu Wicaksono, Flight Mechanic Dennis Sagita, Ass Fit Mechanic Ary Firmansyah dan Direktur Utama BIJB Virda Dimas Ekaputra.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pesawat terbang di ketinggian antara 11 sampai 12 ribu mdpl.

Pesawat kemudian diistirahatkan dan para petugas kalibrasi bersiap-siap sejenak, pesawat berkapasitas delapan penumpang tersebut terbang kembali untuk melakukan kalibrasi atau verifikasi alat bantu pendaratan di landasan pacu Bandara Kertajati di runway 14 dan runway 32.

Ditemui di sela uji coba, Direktur Utama BIJB Virda Dimas Ekaputra mengatakan, uji coba dilakukan oleh Kementerian Perhubungan melalui Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan.

"Tim melakukan validation instrument flight procedure melalui penerbangan validasi (validation flight) yang tujuannya untuk memastikan kesiapan seluruh peralatan navigasi di Bandara Kertajati," kata Virda, Kamis (29/3).

Virda mengaku bersyukur penerbangan dari Bandung ke Kertajati berlangsung lancar tanpa kendala berarti.

Pesawat akan mengitari bandara sambil melakukan percobaan pendaratan beberapa kali di Bandara Kertajati. Hasil penilaian akan disampaikan kepada BIJB.

Sebelumnya, ujicoba itu rencananya dilangsungkan pada Rabu (28/3). Namun, pihak BIJB memundurkan acara karena banyak kendala di lapangan.

Landasan pacu masih belum steril dari aktivitas warga maupun ternak. Pagar yang mengelilingi landasan pacu pun belum semuanya terpasang.

"Itu obstacle yang minor lah. Semuanya bisa diselesaikan," pungkas Virda. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP