Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sempat dibubarkan & intimidasi, pameran seni Wiji Thukul jalan terus

Sempat dibubarkan & intimidasi, pameran seni Wiji Thukul jalan terus Pameran Seni Tentang Wiji Thukul. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Pameran seni karya Andreas Iswinarto yang mengambil inspirasi dari aktivis PRD Wiji Thukul mendapatkan intimidasi, ancaman dan fitnah di tiga kali penyelenggaraannya. Pameran lukisan Andreas ini mendapatkan ancaman dari kelompok atau ormas tertentu karena dikaitkan dengan paham komunisme.

Andreas menuturkan, pamerannya di Yogyakarta dibubarkan. pameran yang sama juga sempat mendapatkan ancaman dan penolakan saat digelar digelar di Kendal dan Semarang. Meskipun sempat mendapatkan gangguan, pameran akan tetap digelar sampai selesai.

"Di Yogya ini yang ketiga kali. Meski sempat dibubarkan, kami tetap bisa melanjutkan hingga usai," ujar Andreas.

Dia menceritakan penolakan pameran yang terjadi di Yogyakarta pada Senin (8/5). Pameran yang digelar di Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham UII) ini sempat dibubarkan ormas Pemuda Pancasila saat pembukaan. Sosok Wiji Thukul dituding identik dengan gerakan komunis.

perusakan pameran seni wiji thukul

"Puluhan anggota PP sempat merusak dan merampas karya saya. Beberapa karya mengalami kerusakan," ungkap Andreas.

Meskipun pamerannya di tiga kota sempat mendapatkan penolakan dan intimidasi, dia tetap optimis pameran di kota lainnya berjalan aman dan lancar. Sesuai jadwal, dia akan menggelar pameran di Jakarta, Karawang, Bandung, Solo Trenggalek, Salatiga, Malang dan Surabaya.

Andreas tidak akan gentar dan tetap terus memamerkan karya-karya yang terinspirasi dari Wiji Thukul. Bagi Andreas, Wiji Thukul adalah sosok yang wajib diperjuangkan dan diperkenalkan kepada khalayak umum. Wiji menjadi wakil otentik masyarakat yang dimiskinkan dan dibodohkan oleh sistem pemerintahan. Kendati berasal dari kelas sosial miskin, pendidikan terbatas, Wiji punya tekad besar untuk belajar.

"Wawasan Wiji tidak kalah dengan lulusan sarjana. Dia juga bisa mengorganisasi buruh hingga berkarya. Wiji berkarya dengan diksi yang sederhana dan mengena. Pesannya bisa dipahami dari berbagai elemen masyarakat," tegas Andreas. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP